Legenda Gunung Jamurdwipa: Asal Usul Kawah Besar di Pulau Jawa

Gambar hanya ilustrasi

Mounture.com — Pada zaman dahulu kala, Pulau Jawa masih berupa hutan belantara yang dihuni makhluk gaib dan binatang liar. Hanya sedikit manusia yang bermukim, itupun berpindah-pindah untuk menghindari bencana alam serta serangan musuh.

Kala itu, Pulau Jawa berada dalam kondisi miring, membuat para dewa di kayangan khawatir pulau tersebut akan meluncur ke Laut Selatan dan menenggelamkan semua penghuninya. Para dewa sepakat menyeimbangkan pulau dengan memberikan pemberat berupa sebuah gunung.

Gunung Jamurdwipa Dipilih sebagai Penyeimbang

Gunung Jamurdwipa, gunung raksasa yang berada di dasar Laut Selatan dan terkenal bagi makhluk gaib, dipilih untuk dipindahkan ke tengah Pulau Jawa. Para dewa kemudian memberi tahu para penghuni gaib gunung itu agar pindah dari tempat tersebut.

Namun lokasi penempatan gunung itu ternyata dihuni oleh dua empu sakti yang sedang membuat keris, yaitu Mpu Permadi, dan Mpu Rama.

Para dewa mengutus Batara Naradha dan Dewa Panyarikan untuk meminta kedua empu segera mengosongkan tempat tersebut.

Menurut catatan budaya dalam Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, kedua empu ini dikenal dalam banyak tradisi lisan sebagai pengrajin keris yang memiliki kesaktian luar biasa dan dihormati masyarakat pada masa itu.

BACA JUGA: Air Terjun Sunggah, Pesona Alam Tersembunyi di Ponorogo yang Wajib Dikunjungi

Para Empu Menolak Pindah Demi Menyelesaikan Keris

Saat utusan para dewa tiba, kedua empu sedang mencampur logam tanpa bantuan alat apa pun. Dengan tangan kosong, mereka menempa gumpalan besi membara tanpa merasa terbakar.

Ketika diminta pindah, keduanya menolak karena keris yang mereka buat belum selesai. Menurut keyakinan mereka, keris yang tidak diselesaikan dengan sempurna dapat membawa malapetaka besar bagi manusia.

Utusan para dewa pun mendesak, karena penyeimbangan Pulau Jawa adalah tugas mendesak demi keselamatan seluruh umat manusia. Namun kedua empu tetap bersikukuh.

Pertengkaran pun meningkat hingga terjadi perkelahian sengit antara empu dan pasukan kayangan. Seluruh prajurit dewa berhasil dikalahkan oleh kesaktian dua empu tersebut.

BACA JUGA: Legenda Gunung Mekongga: Kisah Burung Raksasa Kongga’a dan Pahlawan Tasahea di Sulawesi Tenggara

Perintah Batara Guru dan Amukan Dewa Bayu

Melihat situasi semakin memburuk, Batara Guru memerintahkan Dewa Bayu untuk segera memindahkan Gunung Jamurdwipa tanpa memedulikan keselamatan para empu.

Dengan tiupan maha dahsyat, Dewa Bayu menerbangkan Gunung Jamurdwipa dari Laut Selatan hingga akhirnya jatuh tepat di atas perapian tempat kedua empu bekerja. Mpu Permadi dan Mpu Rama tewas tertindih gunung raksasa tersebut.

Roh mereka tidak diterima di alam baka, sehingga menjadi penunggu gunung yang baru terbentuk itu.

Bara Keris yang Tak Padam Membentuk Kawah

Meski kedua empu telah tewas, sisa-sisa kesaktian mereka masih melekat pada bahan keris yang sedang dikerjakan. Bara logam itu tidak dapat padam karena hanya kedua empu yang mampu meredakannya.

Tertimbun oleh Gunung Jamurdwipa, bara itu justru terus membesar, tekanannya meningkat, dan akhirnya melelehkan tanah serta bebatuan di sekitarnya.

Ledakan tekanan itu menciptakan lubang besar yang semakin hari semakin melebar, dan dari situlah terbentuk kawah raksasa yang kini dikenal dalam banyak legenda di Jawa.

Warisan Mitologi Jawa yang Sarat Makna

Legenda Gunung Jamurdwipa memberikan pelajaran tentang:

– Konflik antara kepentingan pribadi dan keselamatan banyak jiwa

– Keangkuhan manusia meski memiliki kesaktian

– Konsekuensi dari pekerjaan yang tidak tuntas

– Keseimbangan alam yang dijaga oleh peran manusia dan dewa

Kisah ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa yang terus hidup melalui cerita rakyat dan tradisi tutur.

(mc/ril)