Kata Motivasi antar Pendaki saat di Jalur Pendakian

Ilustrasi pendakian gunung (Mounture.com/Rangga)

Mounture.com — Saat melakukan pendakian ke gunung, perjalanan yang akan dilalui memiliki berbagai macam medan baik yang landai, hingga ekstrim. Hal itu pula yang membuat mental beberapa pendaki bisa menjadi lemah melihat kondisi jalur pendakian.

Tak jarang hal itulah yang membuat solidaritas antar pendaki terbentuk, di mana mereka akan saling memberikan kata-kata motivasi dan penyemangat untuk pendaki lainnya. Bahkan terkadang beberapa pendaki juga akan membuat ‘kebohongan’ agar pendaki lainnya mentalnya tidak menurun atau lemah.

Berikut ini beberapa kata motivasi antar pendaki saat berada di jalur pendakian.

1. Puncak sebentar lagi

Kata-kata ini sering terlontar dari pendaki lain yang biasanya dalam posisi untuk turun gunung. Kendati tidak semuanya benar, namun kata-kata ini menjadi sebuah kata ‘ajaib’ untuk membangkitkan semangat pendaki yang mulai melemah.

2. Lima menit lagi sampai

Tak hanya kata ‘puncak sebentar lagi’, ucapan ‘lima menit lagi sampai’ juga sering terdengar di jalur pendakian. Biasanya kata-kata tersebut diucapkan oleh teman pendakian, atau pendaki lain untuk memberikan semangat agar kembali melanjutkan perjalanan.

3. Di depan ada pos pendakian

Kendati masih jauh melangkah, namun kata ‘di depan ada pos pendakian’ menjadi pemacu semangat pendaki untuk segera sampai ke pos pendakian untuk sekedar istirahat.

4. Dua belokan/tanjakan lagi

Ketika dihadapkan dengan jalur yang cukup ekstrim, pastinya pendaki akan kelelahan yang berakibat mental menjadi turun. Kata-kata ‘dua belokan/tanjakan lagi’ bisa menjadi motivasi agar semangat tidak kendor. Walau sebenarnya kata-kata itu tidak sepenuhnya benar.

5. Ayo mbak/mas semangat

Saat bertemu di jalur pendakian, tak jarang pendaki lain yang akan turun gunung akan memberikan semangat kepada pendaki yang baru akan naik dengan cara mengucapkan ‘ayo mbak/mas semangat’.

Dari beberapa kata motivasi tersebut, memang terdengar sepele namun kata-kata tersebut menandakan bahwa antar pendaki memiliki jiwa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi, di mana sesama pendaki menganggap semuanya sama tak memandang apapun dan seperti keluarga. Untuk para pendaki, tetap pertahankan budaya saling menyapa di jalur pendakian. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.