Ini Beberapa Risiko Mendaki Gunung

(Mounture.com) — Melakukan aktivitas di alam bebas, seperti mendaki gunung merupakan kegiatan yang memiliki risiko tinggi. Adapun risiko-risiko tersebut mulai dari terkilir hingga terparah adalah kematian. Untuk itu sebelum melakukan pendakian, para pendaki diminta untuk mempersiapkan segala hal dengan matang agar meminimalisir risiko-risiko yang terjadi.

Nah, berikut ini beberapa risiko yang bisa menimpa pendaki gunung, seperti dirangkum dari berbagai sumber. Sebagai catatan, risiko bisa diminimalisir jika kita mempersiapkan segalanya dengan baik, dan tetap mengutamakan kewaspadaan dan berhati-hati ketika melakukan pendakian.

1. Hipotermia,

Ini merupakan salah satu momok menakutkan dari pendaki, di mana penyakit hipotermia mengakibatkan suhu tubuh menurun drastis sehingga menimbulkan gejala menggigil. Ada tiga tahapan dalam hipotermia, yaitu ringan, sedang, dan berat.

2. AMS (Acute Mountain Sickness),

AMS adalah bentuk awal dari mabuk gunung. Pendaki akan mulai merasakan gejala ringan AMS pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). AMS ini bisa teridentifikasi dengan gejala, seperti pusing, mual sampai muntah-muntah, nafas tersenggal-senggal, kelelahan, hilang nafsu makan, sulit tidur, menyendiri, malas bergaul.

Apabila mendapatkan perhatian dan perlakuan sebagaimana mestinya, AMS umumnya tidak akan berakibat fatal. Sebaliknya, bila kondisi ini tidak dipahami dan diabaikan, masalah yang lebih serius akan mengancam. Umumnya penderita AMS perlu beristirahat sejenak untuk kemudian melanjutkan perjalanan kembali.

3. Hipoglikemi,

Hipoglikemi adalah suatu kondisi di mana terjadi penurunan kadar normal glukosa (gula) darah. Gejala dari hipoglikemi ini, yaitu perubahan perilaku dan status mental, kebingungan, mudah lelah, kejang, hingga hilangnya kesadaran, jantung berdebar, cemas, tremor, berkeringat, lapar, dan kesemutan.

4. Terkilir,

Terkilir disebabkan karena adanya hentakan yang keras pada sebuah sendi pada arah yang salah. Akibatnya jaringan pengikat antar tulang dan otot akan terjadi pendarahan yang mengumpul di bawah kulit yang menyebabkan pembengkakkan. Biasanya terkilir terjadi akibat pendaki kurang berhati-hati saat melangkah atau hal lainnya saat trekking.

5. Keracunan,

Biasanya keracunan terjadi karena pendaki mencoba memakan makanan yang ada di alam bebas tanpa mengetahui jenis tanaman yang dimakan itu bisa dikonsumsi atau tidak. (MC/RL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.