
Pemandangan Gunung Kembang – Foto: instagram/@azizahannah
Mounture.com — Gunung Kembang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Kabupaten Wonosobo. Dengan ketinggian sekitar 2.340 mdpl, gunung ini cocok untuk pendaki pemula hingga menengah yang ingin menikmati panorama alam khas pegunungan Jawa Tengah tanpa trek ekstrem.
Jalur via Blembem dikenal sebagai rute resmi dengan akses mudah, jalur yang cukup jelas, serta pemandangan langsung menghadap dua gunung ikonik: Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
Basecamp Blembem berada di Desa Blembem, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Akses menuju basecamp cukup mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dari pusat Kota Wonosobo, perjalanan menuju basecamp memakan waktu sekitar 20–30 menit. Jalur sudah beraspal dan terdapat papan petunjuk menuju lokasi registrasi pendakian.
Setelah melakukan registrasi dan pembayaran simaksi, pendaki bisa langsung memulai perjalanan dari pintu masuk jalur yang tidak jauh dari basecamp.
BACA JUGA: Desa Ranupani Lumajang, Gerbang Pendakian Gunung Semeru dengan Pesona Tiga Danau Eksotis
Pendakian Gunung Kembang via Blembem umumnya memakan waktu sekitar 4-6 jam untuk naik, dan 3-4 jam untuk estimasi turunnya. Berikut ini detail perjalanannya:
Pos 1 – Pos 2
Jalur awal didominasi trek tanah dengan kemiringan sedang. Pendaki akan melewati kebun warga dan hutan pinus dengan suasana yang masih cukup terbuka.
Pos 2 – Pos 3
Vegetasi mulai rapat dan jalur cenderung menanjak stabil. Trek masih cukup ramah, namun stamina mulai diuji di beberapa tanjakan panjang.
Pos 3 – Puncak
Menjelang puncak, jalur menjadi lebih terbuka dan cukup terjal. Area ini sering diterpa angin, terutama saat sore dan menjelang pagi.
BACA JUGA: Aturan Tak Tertulis di Gunung Guntur, Ini 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan
Area camp yang sering digunakan pendaki berada di sekitar Pos 3 atau mendekati puncak. Puncak Gunung Kembang relatif cukup luas untuk beberapa tenda, namun kondisi angin bisa cukup kencang.
Perlu diperhatikan, tidak tersedia sumber air di sepanjang jalur pendakian. Pendaki disarankan membawa minimal 2–3 liter air per orang dari basecamp.
Salah satu alasan jalur ini populer adalah panorama alamnya. Saat cuaca cerah, pendaki dapat menikmati pemandangan megah Gunung Sumbing yang berdiri gagah di seberang jalur pendakian. Siluet Gunung Sindoro juga terlihat jelas dari beberapa titik.
Momen sunrise menjadi waktu terbaik berada di puncak. Kabut tipis yang menyelimuti perbukitan Wonosobo berpadu dengan cahaya matahari pagi menciptakan lanskap yang fotogenik dan sering muncul di media sosial.
(mc/pd)






