
Ilustrasi (dok. Instagram)
Mounture.com — Saat melakukan pendakian ke gunung, seringkali kita akan diminta untuk tidak melakukan hal-hal yang telah diterapkan oleh pihak pengelola jalur pendakian hingga masyarakat sekitar.
Adapun hal-hal yang dilarang tersebut perlu dilakukan agar kegiatan pendakian berjalan dengan aman, nyaman serta selamat tanpa ada hambatan apapun. Di antara larangan-larangan tersebut, ada beberapa mitos yang kerap kali harus dilakukan pendaki.
Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini beberapa mitos yang enggak boleh dilakukan di gunung.
BACA JUGA:
Catat! Ini Rincian Biaya Mendaki Gunung Binaiya dari Jakarta
Rincian Biaya Mendaki Gunung Merbabu via Selo dari Jakarta
1. Berkata kotor
Ketika berada di gunung, kita kerap kali diminta untuk menjaga tutur bahasa, termasuk tidak berkata kotor. Sebab, konon katanya siapapun yang berucap sembarangan dan kotor akan bernasib sial bahkan bisa mengancam nyawa mulai dari tersesat, hingga diusik oleh makhluk astral.
2. Mendaki saat Haid
Ada beberapa gunung yang melarang pendaki perempuan untuk melakukan pendakian saat sedang datang bulan atau haid. Sebab, hal itu berkaitan dengan norma-norma masyarakat sekitar yang percaya ketika perempuan sedang haid bisa berpotensi mencelakai diri akibat ulah makhluk gaib.
3. Menggunakan parfum
Hampir sama dengan mitos perempuan yang sedang haid, penggunaan parfum juga dipercaya membuat makhluk gaib bakal mengganggu saat kita melakukan pendakian ke gunung.
4. Bersiul di malam hari
Mitosnya jika seorang pendaki melakukan siul saat malam hari, maka hal itu akan memanggil makhluk gaib hingga binatang buas.
5. Cerita soal horor
Bercerita saat melakukan pendakian merupakan sebuah hal yang seringkali dilakukan, namun jika bercerita tentang kisah horor maka dipercaya kita akan mendapati kejadian-kejadian di luar nalar.
Selain itu, bercerita horor saat di gunung juga bisa membuat mental tim pendakian akan menjadi kendur jadi sebaiknya cerita tersebut disimpan hingga selesainya kegiatan pendakian.
Adapun mitos-mitos tersebut merupakan sebuah kepercayaan yang bisa dipercaya atau tidak. Namun yang pasti saat melakukan pendakian ke gunung, maka kita harus tetap menjaga norma-norma kesopanan serta menghargai segala adat istiadat masyarakat setempat. (MC/PC)