Mengenal Karakter Jalur 5 Puncak Gunung Latimojong via Angin–Angin

Puncak Rantemario di Gunung Latimojong – Foto: Mounture.com/Nurcholish

Mounture.com — Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan dikenal sebagai atap Pulau Sulawesi dengan puncak tertingginya, Rante Mario (3.478 mdpl). Salah satu jalur pendakian yang paling menantang sekaligus edukatif adalah jalur Angin–Angin, yang menawarkan karakter medan beragam dan pengalaman pendakian lengkap dari hutan hingga zona alpin.

Jalur Angin–Angin menyuguhkan perjalanan yang dinamis. Pendaki akan melewati kebun warga, kawasan kantong semar, hutan lumut alami yang lembap dan tenang, zona pemulihan alam, hingga punggungan sempit berjurang dan jalur terbuka berbatu menuju puncak tertinggi Gunung Latimojong.

Dikutip dari akun instagram @latimojongredline.id, dijelaskan bahwa pendakian via Angin–Angin memungkinkan pendaki melintasi lima puncak utama, yaitu Pentialloan (2.699 mdpl), Pokapinjan (2.970 mdpl), Tillok (3.037 mdpl), Tinabang (3.220 mdpl), dan Rante Mario (3.478 mdpl).

BACA JUGA: Estimasi Biaya Pendakian Gunung Sumbing via Banaran Lengkap dengan Ongkos dari Jakarta

Adapun karakter jalur pendakian via Angin-Angin di awali dari Basecamp ke Pintu Rimba melalui jalur kebun warga. Tersedia ojek alternatif bagi pendaki yang ingin menghemat waktu tempuh hingga ±1–2 jam sebelum memasuki kawasan hutan.

Dilanjutkan perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2, segmen ini menjadi habitat flora endemik, termasuk kantong semar. Pos 2 menyediakan area camp dan sumber air, menjadikannya lokasi ideal untuk bermalam.

Kemudian perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 yang menjadi habitat hutan lumut, di mana pendaki akan memasuki hutan lumut alami yang lembap, sejuk, dan teduh. Area ini dikenal sebagai spot foto terbaik, namun jalurnya relatif licin, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra.

BACA JUGA: Gunung Tampomas Dibatasi Selama Musim Penghujan, Ditutup Mulai Pukul 10.00 WIB

Selanjutnya dari Pos 5 ke Pos 6 yang sering disebut sebagai Zona Pemulihan Alam, yang mana vegetasi mulai terbuka di zona ini. Pos 5 menjadi salah satu area camp favorit dengan pemandangan sunset yang indah serta ketersediaan sumber air.

Setelah itu, terdapat Zona Bahaya (Pos 6 ke Pos 7), pendaki akan memasuki punggungan sempit dengan jurang di kiri dan kanan, jalur ini menuntut konsentrasi dan kondisi fisik prima. Pos 7 tetap menyediakan area camp dan sumber air sebagai titik aman sebelum melanjutkan pendakian.

Lalu Pos 8 menjadi segmen terakhir menuju Puncak Rante Mario berada di zona alpin dengan vegetasi terbuka dan medan berbatu. Dari sini, pendaki dapat menikmati panorama senja yang spektakuler sebelum atau sesudah summit attack.

(mc/pd)