Menapak Kaki di Puncak Tertinggi Jawa

Puncak Mahameru (Mounture.com/AiLeli)

(Mounture.com) — Terik matahari beserta hembusan angin dingin menyapa tim ekspedisi Mounture.com – @pendakiceria saat baru tiba di desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur. Ranupani merupakan sebuah desa di lereng Gunung Semeru dengan ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), di mana dari sinilah titik awal pendakian untuk menuju ke Gunung Semeru.

Sesampai di pos pendaftaran, tim pun disapa dengan hangat oleh para petugas disana. “Mau pada kemana mas?,” sapa salah seorang petugas menyambut tim yang baru tiba menggunakan jip terbuka. Tim Mounture.com – @pendakiceria pun langsung mengurus berkas perizinan untuk melakukan pendakian di Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Sekira jam 1 siang, tim pun mulai melakukan pendakian dengan tujuan pertama yakni Danau Ranukumbolo. Estimasi waktu dari Ranupani ke Danau kurang lebih sekitar 4-5 jam perjalanan. Dalam perjalanan dari Ranupani ke Danau, kita akan menemui sebanyak tiga pos, dan di setiap pos yang akan kita kunjungi tersebut pun akan ada yang menjajakan makanan dan buah segar seperti semangka.

Menjelang petang, tim pun sampai di kawasan Danau Ranukumbolo, di sana sudah banyak para pendaki yang mendirikan tenda. Di danau ini tim pun mendirikan tenda atau camp untuk bermalam sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Kalimati, di mana di Kalimati merupakan camp terakhir sebelum menuju ke Puncak Mahameru.

Di danau ini terkadang memiliki suhu yang sangat ekstrim alias sangat dingin. Dan ketika tim di sana pun kondisi di danau itu sedang ekstrim di mana suhunya bisa mencapai 0 derajat celcius atau bahkan kurang dari itu, jadi jika kalian memang ingin melakukan pendakian ke Gunung Semeru ini ada baiknya persiapkan diri kalian baik fisik ataupun peralatan pendukung pendakian.

Keesokan harinya, tim pun kembali berkemas untuk melanjutkan perjalanan menuju ke camp terakhir yaitu Kalimati. Dari danau Ranukumbolo ini akan kita temui dengan yang namanya Tanjakan Cinta, mitosnya adalah ketika kalian berjalan melewati jalur ini kalian tidak diperbolehkan menoleh kebelakang jika ingin permintaan kalian terkait percintaan dikabulkan atau terwujud. Namun itu semua mitos yang bisa dipercaya atau tidak, namun kebanyakan pendaki pun masih sering melakukannya hal itu.

Usai melewati Tanjakan Cinta, kalian akan menemui dengan jalur Oro-oro Ombo, yang jika sedang musim penghujan, kalian akan menemui bunga-bunga cantik di sepanjang jalur. Dari Oro-oro Ombo ini tim kembali menjumpai pedagang makanan dan buah segar di Cemoro Kandang.

Dari Cemoro Kandang hingga ke Jambangan, tim disuguhkan dengan suasana hutan lebat dan kontur jalan yang menanjak. Di jalur ini pun banyak ditemui pohon-pohon tumbang yang agak sedikit bisa menguras tenaga karena mesti melintasinya baik dengan cara melangkahinya atau menundukkan kepala.

Sampai di Jambangan, dengan kontur jalan agak berpasir, kalian sudah dapat melihat puncak Mahameru dari kejauhan. Tak selang berapa lama. tim pun sampai di kawasan Kalimati yang akan menjadi tempat untuk mendirikan tenda untuk bermalam. Adapun estimasi waktu dari Danau Ranukumbolo menuju ke Kalimati kurang lebih bisa ditempuh dengan waktu 5-6 jam perjalanan.

Suhu di Kalimati ini tidak terlalu dingin dan agak sedikit berbeda dengan di Danau Ranukumbolo, pasalnya di tempat ini terdapat banyak pohon dan tumbuhan dibandingkan di Danau Ranukumbolo. Untuk sumber mata air, kalian bisa mendapatkan air di daerah bernama Sumber Mani.

Kalian cukup berjalan kaki sekitar 15 menit dari Kalimati, namun disarankan ketika mengambil air di Sumber Mani, jangan ketika malam hari ataupun sendiri karena terdapat mitos-mitos mistis di sekitaran Sumber Mani. Selain itu, di lokasi Sumber Mani itu juga disebut sebagai lokasi hewan-hewan liar untuk minum.

Sekitar jam 12 malam, tim sudah mulai bersiap untuk melakukan pendakian menuju ke puncak Mahameru, berbekal senter, air mineral dan beberapa makanan kecil, tim pun mulai bergegas ke puncak.

Estimasi dari Kalimati menuju ke Puncak Mahameru berkisar antara 4-5 jam perjalanan. Di puncak Mahameru, para pendaki biasanya akan mewanti-wanti para pendaki lain bahwasanya batas waktu berada di atas puncak itu jam 10 pagi kita harus sudah turun untuk menghindari angin yang membawa gas beracun dan mengarah ke puncak Mahameru.

Perlu diketahui, untuk kalian yang akan turun dari puncak Mahameru menuju ke Kalimati, agar berhati-hati dengan jalur, karena ada beberapa jalur yang bercabang dan jika kurang fokus akan berakibat fatal dan hilang. Jalur ini biasa disebut Blank 75.

Sekedar catatan, bagi kalian yang memang ketika dalam perjalanan menuju ke puncak sudah tidak kuat ada baiknya kalian tidak memaksakannya dan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pun tidak akan menanggung resiko apapun ketika terjadi sesuatu di jalur menuju puncak, karena batas pendakian itu adalah Kalimati. (MC/PC)

Foto: Tim Ekspedisi Mounture.com – @pendakiceria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.