
Mounture.com — Bagi pendaki yang berencana melakukan tektok Gunung Slamet via Permadi Guci, Kabupaten Tegal, ada aturan terbaru yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan.
Pendaki yang melakukan tektok atau pendakian naik-turun tanpa bermalam kini diwajibkan menggunakan guide atau pemandu selama perjalanan menuju Gunung Slamet.
Kebijakan tersebut diberlakukan oleh pengelola Jalur Pendakian Permadi Guci sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pendaki.
Terlebih, perjalanan menuju kawasan puncak Gunung Slamet memiliki sejumlah titik yang dinilai rawan sehingga pendaki perlu mendapatkan pendampingan selama perjalanan.
Ketua Pengelola Jalur Pendakian Permadi Guci, Teguh Suswanto, mengatakan kewajiban menggunakan guide bagi pendaki tektok diberlakukan untuk kepentingan keamanan dan keselamatan.
Dengan adanya pemandu, pendaki diharapkan dapat memperoleh pendampingan selama perjalanan, terutama ketika melewati sejumlah titik yang memiliki potensi bahaya.
Aturan ini menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pendaki sebelum memilih jalur Permadi Guci untuk tektok Gunung Slamet.
BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Wilis via Botoputih Dibuka, Simak Aturannya
Selain wajib menggunakan guide untuk pendakian tektok, pendaki juga harus memenuhi sejumlah ketentuan yang telah ditetapkan pengelola.
Berikut beberapa persyaratan yang perlu disiapkan:
– Membawa surat keterangan sehat.
– Membawa satu materai untuk setiap rombongan.
– Mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di basecamp.
– Mengikuti arahan petugas dan guide selama pendakian.
Pendaki disarankan memastikan seluruh persyaratan tersebut sudah dipenuhi sebelum berangkat menuju basecamp Permadi Guci.
Bagi pendaki yang ingin melakukan tektok melalui Permadi Guci, kewajiban menggunakan guide tentunya perlu diperhitungkan dalam persiapan biaya pendakian.
Pengelola menyampaikan tarif jasa guide tektok Gunung Slamet sekitar Rp850 ribu untuk satu rombongan dengan maksimal delapan orang.
Jika jumlah anggota dalam satu rombongan kurang dari delapan orang, tarif yang dikenakan tetap sekitar Rp850 ribu per rombongan. Dengan demikian, semakin banyak anggota dalam satu rombongan hingga batas yang ditentukan, biaya guide dapat dibagi bersama.
Upaya meningkatkan keselamatan pendaki juga dilakukan pengelola dengan memasang safety line dan papan peringatan di sejumlah titik rawan kawasan puncak Gunung Slamet.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi pengingat bagi pendaki agar lebih berhati-hati ketika melewati area yang memiliki risiko keselamatan.
Bagi pendaki yang berencana tektok Gunung Slamet via Permadi Guci, informasi mengenai kewajiban menggunakan guide ini penting diketahui sejak awal.
Pendakian tektok memang memungkinkan pendaki naik dan turun dalam satu hari tanpa mendirikan tenda, tetapi bukan berarti perjalanan bisa dilakukan tanpa persiapan.
Karena itu, selain mengejar target puncak, pastikan kondisi fisik, perlengkapan, persyaratan administrasi, serta ketentuan dari pengelola sudah dipersiapkan.
(mc/ns)





