
Penampakan Gunung Talang di Sumatera Barat – Foto: Magma Indonesia
Mounture.com — Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada 10 Desember 2025 pukul 10.00 WIB.
Keputusan ini diambil setelah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik serta potensi migrasi magma ke permukaan.
Gunung Talang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sumatera Barat dan termasuk dalam kompleks gunungapi yang memiliki dua kerucut utama: Talang Jantan di timur dan Talang Betina di barat, dengan jarak keduanya sekitar 1 kilometer.
Kompleks gunungapi ini berada pada zona aktif Sesar Besar Sumatera, khususnya Segmen Sumani dan Segmen Suliti—wilayah yang juga dilalui dari sisi utara Danau Singkarak hingga wilayah Danau Diatas.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Taman Nasional Mutis Timau Tutup Sementara 10–16 Desember 2025
Gunung Talang diketahui sangat peka terhadap aktivitas tektonik. Salah satu buktinya adalah erupsi pada 12 April 2005 yang menghasilkan Kawah Utama dan Kawah Selatan, diperkirakan dipicu oleh gempa Mentawai magnitudo 6.8 dua hari sebelumnya. Hingga kini, kedua kawah tersebut masih menjadi pusat aktivitas vulkanik, bersama rekahan Gabuo Atas dan Gabuo Bawah.
PVMBG menyampaikan beberapa imbauan penting bagi masyarakat:
1. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang berada dalam radius 2 km dari Kawah Utama dan Kawah Selatan.
2. Penduduk dan pengunjung harus mewaspadai potensi longsor terutama di kawasan Kawah Selatan.
3. Seluruh aktivitas pendakian Gunung Talang ditutup sementara sampai status aktivitas kembali ditinjau.
Peningkatan status ini juga dikaitkan dengan guncangan gempa tektonik magnitudo 4.7 yang memicu peningkatan aktivitas di tubuh gunung.
PVMBG memastikan bahwa tingkat aktivitas akan terus dievaluasi apabila terjadi perubahan signifikan baik secara visual maupun kegempaan.
(mc/ril)






