
Foto: Facebook TNGR Sptn II
Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengumumkan kegiatan Rinjani Begawe 2026 akan digelar pada 28 Maret 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali musim pendakian di Gunung Rinjani yang akan dibuka secara resmi pada 1 April 2026. Acara ini disebut sebagai bagian dari strategi penguatan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi.
Rinjani Begawe tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis pembukaan kembali jalur pendakian setelah masa penutupan rutin untuk pemulihan ekosistem.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGR, Astekita Ardi, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa semangat baru dalam pengelolaan kawasan.
“Rinjani Begawe bukan sekadar event, tetapi ruang kolaborasi untuk memperkuat konservasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta promosi pariwisata berkelanjutan di kawasan Gunung Rinjani,” ujarnya melalui keterangan resmi, belum lama ini.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian pada 1 April 2026, diharapkan aktivitas wisata alam di Lombok kembali menggeliat dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
BACA JUGA: 6 Tips Memilih Pisau Survival yang Tepat untuk Camping dan Pendakian
Sejumlah agenda strategis turut diluncurkan dalam kegiatan ini, di antaranya:
– Launching Program Rinjani 7.0
– Launching Kalender Event Rinjani
– Launching Lagu Rinjani
– Deklarasi Kerja Sama dengan Universitas Mataram
– Penyerahan SK Persetujuan Penggunaan Air Non Komersial
– Pengumuman Pemilihan Putri Rinjani
– Seremoni Pembukaan Jalur Pendakian 1 April 2026
Peluncuran program-program tersebut menunjukkan komitmen BTNGR dalam memperkuat tata kelola kawasan berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Rinjani Begawe 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra, seperti Arei Outdoor Gear, Poltekpar Lombok, serta Bank BNI. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari sinergi dalam mengembangkan ekowisata berkelanjutan di kawasan Gunung Rinjani.
Sebagai salah satu gunung favorit di Indonesia, Gunung Rinjani memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal melalui sektor wisata berbasis konservasi.
BTNGR mengajak seluruh pendaki untuk menerapkan prinsip pendakian yang bertanggung jawab, mulai dari mematuhi kuota pendakian, menjaga kebersihan, hingga menaati aturan yang berlaku di kawasan taman nasional.
Pembukaan musim pendakian 2026 ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi penguatan konservasi sekaligus promosi wisata alam yang berkelanjutan di Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Dengan semangat baru melalui Rinjani Begawe 2026, Gunung Rinjani kembali menyambut para pendaki, bukan hanya untuk menaklukkan puncak, tetapi juga untuk menjaga kelestariannya.
(mc/ril)






