Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara hingga Maret 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Gunung Ciremai via Apuy

Penampakan Gunung Ciremai – Foto: Mounture.com/Niken Susanti

Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengumumkan penutupan sementara aktivitas pendakian Gunung Ciremai di sejumlah jalur akibat cuaca ekstrem serta upaya pemulihan ekosistem kawasan.

Kebijakan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.03/T.33/TU/KSA/B/01/2026 yang diterbitkan pada 26 Januari 2026 di Kuningan. Penutupan dilakukan secara bertahap di beberapa jalur pendakian populer Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Balai TNGC menyebutkan dua faktor utama yang menjadi dasar penutupan, yaitu kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki, dan pemulihan ekosistem kawasan taman nasional agar tetap lestari.

Langkah ini juga menjadi bentuk mitigasi risiko kecelakaan di jalur pendakian, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Bawakaraeng via Buluballea Resmi Dibuka 30 Januari 2026

Berikut rincian jadwal penutupan jalur pendakian Gunung Ciremai 2026:

1. Jalur Pendakian Apuy

– Ditutup: 24 Januari – 1 Februari 2026

– Dibuka kembali: 2 Februari 2026

2. Jalur Pendakian Linggajati

Ditutup: 27 Januari – 20 Maret 2026

3. Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai

– Ditutup total: 20 Februari – 20 Maret 2026

– Dibuka kembali: 21 Maret 2026

Penutupan total ini mencakup seluruh akses resmi pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

BACA JUGA: Dilarang Memberi Makan Satwa, Balai TN Baluran Pasang Himbauan di Jalur Wisata

Bagi calon pendaki yang telah melakukan booking online pada tanggal penutupan, Balai TNGC mengimbau untuk segera menghubungi admin resmi pendakian, dan melakukan penjadwalan ulang (reschedule) waktu pendakian. Langkah ini penting agar proses administrasi tetap tercatat dan kuota pendakian tidak hangus.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menegaskan agar seluruh pihak mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian, tidak melakukan pendakian ilegal selama masa penutupan, serta selalu memantau informasi resmi sebelum merencanakan pendakian.

Keselamatan pendaki dan kelestarian alam menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan taman nasional.

(mc/ril)