
Tim SAR Gabungan yang akan melakukan evakuasi korban meninggal dunia di Gunung Leuser – Foto: TN Gunung Leuser
Mounture.com — Kabar duka datang dari jalur pendakian Gunung Leuser. Seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Korban diketahui bernama Kris Biantoro (49), warga Binjai, Sumatera Utara. Ia meninggal dunia pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB di KM 44 atau yang dikenal sebagai “lapangan bola”.
Berdasarkan keterangan resmi dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, korban diduga meninggal akibat hipotermia, yaitu kondisi penurunan suhu tubuh akibat paparan dingin ekstrem.
Peristiwa ini terjadi saat korban menjalani hari ke-10 pendakian bersama rombongannya.
Gejala hipotermia mulai dirasakan korban sejak pukul 07.30 WIB. Tim pendaki sempat melakukan pertolongan pertama, termasuk resusitasi jantung paru (RJP), namun korban tidak merespons.
Kejadian kemudian dilaporkan ke petugas sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia pada sore hari.
BACA JUGA: 4 Cara Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung yang Wajib Diketahui Pendaki
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi, antara lain Kepolisian Resor Gayo Lues, BPBD Gayo Lues, dan Basarnas.
Sebanyak 15 personel gabungan diberangkatkan menuju lokasi pada Jumat, 10 April 2026. Untuk mempercepat proses evakuasi, tim tambahan juga dikerahkan pada keesokan harinya.
Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 4 hingga 5 hari perjalanan, mengingat lokasi yang berada di kawasan terpencil dan medan yang berat.
Kepala BBTNGL, Subhan, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan pendakian.
Pendaki diimbau untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan yang memadai, memantau kondisi cuaca secara berkala, serta memahami risiko seperti hipotermia.
Hipotermia merupakan salah satu risiko terbesar dalam aktivitas pendakian, terutama di gunung dengan cuaca ekstrem seperti Gunung Leuser. Kurangnya persiapan, pakaian yang tidak memadai, hingga kelelahan bisa mempercepat kondisi ini terjadi.
(mc/ril)





