
Foto: Tim SAR Semarang
Mounture.com — Operasi SAR gabungan dilakukan untuk mencari seorang pendaki yang diduga terjatuh ke jurang di Gunung Sumbing via Banaran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Korban diketahui bernama Dude Kurniawan Pasha (16), laki-laki asal Colomadu, Karanganyar. Ia mendaki Gunung Sumbing bersama dua orang rekannya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi operasi SAR, korban dan kedua rekannya mulai melakukan pendakian. Namun, pada Sabtu sekitar pukul 18.00 WIB, korban terpisah dari dua rekannya dan diduga mengalami kecelakaan hingga terjatuh ke jurang.
Kedua rekan korban kemudian memutuskan kembali menuju Basecamp Banaran untuk melaporkan kejadian tersebut.
Laporan mengenai pendaki yang diduga terjatuh ke jurang tersebut diterima Tim SAR pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan kemudian langsung melakukan pencarian menuju area yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.
Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 13.20 WIB. Korban ditemukan di sebuah jurang di sekitar Puncak Sejati Gunung Sumbing dengan kedalaman sekitar 150 meter. Saat ditemukan, korban diketahui dalam kondisi meninggal dunia (MD).
BACA JUGA: Gunung Sumbing via Banaran Ditutup Sementara, Pendaki Diminta Pilih Jalur Lain
Setelah berhasil ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap korban dari lokasi kejadian. Proses evakuasi kemudian berhasil dilakukan hingga korban tiba di Basecamp Banaran sekitar pukul 14.30 WIB.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa menuju RSUD Kabupaten Temanggung untuk penanganan lebih lanjut. Dengan berhasil ditemukannya korban dan selesainya proses evakuasi, Operasi SAR terhadap pendaki Gunung Sumbing tersebut dinyatakan ditutup.
Peristiwa pendaki terjatuh ke jurang di Gunung Sumbing ini kembali menjadi pengingat pentingnya memperhatikan keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian.
Pendaki diimbau untuk mengenali karakteristik medan yang akan dilalui, memperhatikan kondisi cuaca, menjaga komunikasi dengan rombongan, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan.
Selain itu, pendaki juga perlu selalu mengikuti arahan petugas dan pengelola jalur pendakian, terutama ketika berada di kawasan dengan medan terjal atau memiliki risiko jatuh ke jurang.
(mc/ril)





