Pendaki Gunung Raung Jalur Sumberwringin Naik Tiga Kali Lipat saat Libur 2026, Ekonomi Warga Ikut Terdongkrak

Gunung Raung via Sumberwringin

Mounture.com — Musim liburan 2026 membawa berkah bagi kawasan pendakian Gunung Raung melalui jalur klasik Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Jumlah pendaki yang datang mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dibandingkan akhir pekan biasa.

Peningkatan kunjungan tersebut tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam dan pendakian gunung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Pada akhir pekan normal, jumlah pendaki yang memasuki jalur Sumberwringin umumnya hanya mencapai puluhan orang. Namun selama musim liburan 2026, jumlah tersebut melonjak menjadi ratusan pendaki setiap akhir pekan.

BACA JUGA: 5 Cara Mengatasi Dingin di Gunung Saat Mendaki, Jangan Sampai Salah!

Gunung Raung sendiri memiliki ketinggian sekitar 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi salah satu gunung favorit di Jawa Timur karena memiliki karakter jalur yang menantang serta panorama alam yang memukau. Jalur klasik Sumberwringin dikenal sebagai salah satu rute bersejarah yang masih diminati para pendaki.

Salah satu pengurus pengelola pendakian Gunung Raung, Kurniawan, mengatakan peningkatan jumlah pendaki terjadi cukup signifikan selama musim liburan tahun ini.

Menurutnya, para pendaki tidak hanya berasal dari Bondowoso dan berbagai daerah di Pulau Jawa, tetapi juga datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat memilih Gunung Raung sebagai destinasi pendakian.

BACA JUGA: Cara Memilih Trekking Organizer Resmi Gunung Rinjani, Jangan Tergiur Paket Murah

Meningkatnya kunjungan wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Sumberwringin. Berbagai sektor usaha mulai dari jasa ojek menuju basecamp, porter, penyewaan perlengkapan pendakian, hingga warung makan dan penginapan sederhana mengalami peningkatan pendapatan selama masa liburan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata pendakian memiliki kontribusi nyata terhadap ekonomi masyarakat lokal apabila dikelola secara berkelanjutan.

Selain memberikan pemasukan bagi warga, tingginya kunjungan juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pendaki, serta menjaga kelestarian lingkungan Gunung Raung.

Meski jumlah pendaki meningkat drastis, pengelola tetap mengimbau seluruh pendaki agar mematuhi aturan yang berlaku, menjaga kebersihan jalur pendakian, serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

Langkah tersebut penting untuk menjaga kelestarian ekosistem Gunung Raung agar tetap menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam.

(mc/pd)