
Foto: BBKSDA Jawa Barat
Mounture.com — Telah terjadi longsor di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, pada 8 Januari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini terjadi di Blok Sungai Cibeureum Gede.
Material longsoran berupa tanah dan batu menutup jalur pendakian dan jalur motor sepanjang kurang lebih 100 meter. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dikutip dari akun instagram Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dijelaskan bahwa pascakejadian, upaya pembukaan dan pembersihan jalur akses dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak.
Kegiatan ini melibatkan karyawan PT AIL, Resort Konservasi Wilayah Gunung Papandayan, Polsek Cisurupan, Koramil 1115 Cisurupan, serta unsur masyarakat setempat seperti porter, pemandu wisata, pemilik warung, pengemudi ojek, dan petani.
Setelah proses pembersihan selesai, dilakukan peninjauan langsung ke lokasi longsor oleh Danramil Cisurupan bersama tim terkait.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi jalur aman bagi pengunjung maupun warga yang beraktivitas di kawasan konservasi Gunung Papandayan.
BACA JUGA: Aturan Baru Pendakian Tektok Gunung Buthak Berlaku Mulai Januari 2026
Sebagai informasi, lokasi longsor tersebut pernah mengalami kejadian serupa pada tahun 2002, yang saat itu berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Papandayan.
Berdasarkan laporan vulkanologi, pada saat kejadian longsor terbaru ini juga terdeteksi beberapa kali gempa kecil dengan intensitas rendah di wilayah sekitar.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa Gunung Papandayan merupakan kawasan dengan dinamika geologi aktif, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Hingga sore hari setelah kejadian, jalur akses menuju Ghoberhoet dan Pondok Saladah telah kembali dapat dilalui oleh pengunjung dan kendaraan roda dua. Situasi di kawasan TWA Gunung Papandayan dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Pengelola kawasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan longsor, sekaligus memastikan keamanan kawasan konservasi.
Sebagai langkah antisipasi, pengunjung diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas, memperhatikan papan imbauan dan rambu keselamatan, dan menghindari jalur rawan terutama saat cuaca buruk. Keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan konservasi tetap menjadi prioritas utama.
(mc/ril)






