
Mounture.com — PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) selaku pengelola layanan uang elektronik nasional LinkAja terus memperkuat perannya dalam mendukung digitalisasi sektor pariwisata nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan PT Manna Indonesia Group (MIG), sejalan dengan program dan kebijakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam mendorong transformasi digital serta penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), asosiasi agen perjalanan wisata dengan lebih dari 7.500 anggota di seluruh Indonesia, guna memperluas adopsi pembayaran digital dan non-tunai bagi wisatawan mancanegara.
Melalui kerja sama ini, wisatawan mancanegara dapat menggunakan LinkAja sebagai solusi pembayaran digital nasional yang aman, praktis, dan terintegrasi selama berada di Indonesia.
Layanan tersebut mencakup pembayaran paket pariwisata, belanja, transportasi, hingga penarikan dana melalui jaringan ATM, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan wisata.
BACA JUGA: Cara Mudah Urus SIMAKSI Gunung Merbabu Secara Online Lewat e-SIMAKSI
Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari mandat LinkAja sebagai BUMN.
“Melalui penyediaan solusi pembayaran yang aman, inklusif, dan terintegrasi, serta didukung oleh ekosistem BUMN termasuk kontribusi Telkomsel, LinkAja berkomitmen menghadirkan kemudahan bertransaksi bagi wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mendukung kedaulatan sistem pembayaran nasional, tetapi juga mendorong pencatatan devisa secara resmi serta pemanfaatan data transaksi agregat sebagai dasar penguatan kebijakan ekonomi digital dan pariwisata nasional.
BACA JUGA: Penjualan Tiket Kereta Api Nataru 2025/2026 Tembus 1,52 Juta
Senada dengan hal tersebut, CEO & Founder PT Manna Indonesia Group, Hanzela Calista Kusumamenggala, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih seamless.
“Dukungan solusi pembayaran digital nasional yang terintegrasi memungkinkan pengelolaan ekosistem pariwisata yang lebih terstruktur dan berbasis data. Kami optimistis kolaborasi ini dapat membantu pelaku industri pariwisata menjangkau pasar global secara lebih luas,” jelas Hanzela.
Sebagai bagian dari implementasi, wisatawan internasional dapat mendaftar layanan dengan kartu SIM Telkomsel dan mengunduh aplikasi LinkAja, sehingga dapat bertransaksi dengan mudah di berbagai destinasi wisata Indonesia.
Ketua Umum DPP ASITA, Drs. N. Rusmiati, M.Si., M.H., menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan pembayaran digital di sektor pariwisata.
“ASITA mendukung pembayaran digital sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pariwisata dan penguatan daya saing agen perjalanan Indonesia,” ujarnya.
Dukungan serupa juga datang dari pelaku seni dan budaya. Ketua Yayasan Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, Shastri Darsono, menyebut pemanfaatan LinkAja membantu meningkatkan akses wisatawan terhadap pertunjukan seni dan museum.
Ke depan, LinkAja melihat kolaborasi ini sebagai langkah berkelanjutan untuk memperluas sinergi lintas sektor, termasuk perdagangan, investasi, promosi budaya, dan industri kreatif, guna memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global.
(mc/ril)






