
Foto: TN Gunung Rinjani
Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) terus meningkatkan kualitas layanan bagi para pendaki dengan menghadirkan dua unit rest shelter baru di Jalur Pendakian Aik Berik, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kedua shelter tersebut dibangun di Kokoq Tereng dan Jurang Pakis, yang merupakan titik strategis bagi pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Gunung Rinjani.
Penambahan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya BTNGR untuk menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas, sekaligus mendukung pengelolaan destinasi wisata alam berbasis konservasi.
Kehadiran rest shelter di Kokoq Tereng dan Jurang Pakis memberikan ruang bagi pendaki untuk beristirahat, berteduh, sekaligus memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Lokasi kedua shelter dipilih karena berada di titik yang sering dimanfaatkan pendaki sebagai tempat singgah selama menempuh jalur Aik Berik menuju kawasan Gunung Rinjani.
Dengan adanya fasilitas ini, kini tersedia enam rest shelter di destinasi wisata pendakian resmi yang dikelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
BACA JUGA: Gunung Kembang via Lengkong Ditutup pada 24–26 Juli 2026, Ada Festival Paralayang
Rest shelter bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan selama pendakian.
Pendaki dapat memanfaatkan shelter untuk berlindung dari hujan maupun panas, mengatur kembali perlengkapan, hingga memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan menuju area perkemahan atau puncak.
Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman mendaki, terutama bagi pendaki yang memilih jalur Aik Berik, salah satu jalur resmi menuju Gunung Rinjani.
Peningkatan sarana pendakian merupakan bagian dari komitmen Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam mewujudkan standar layanan pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan prinsip konservasi.
Pengelolaan jalur pendakian tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Gunung Rinjani agar tetap menjadi destinasi wisata alam yang berkelanjutan.
Melalui berbagai pembenahan infrastruktur, BTNGR berharap setiap pendaki dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
BACA JUGA: Gunung Tolangi Balease, Pendakian 9 Hari dengan Tanjakan Panjang dan Sumber Air Terbatas
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani juga mengajak seluruh pendaki untuk ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan.
Rest shelter diharapkan digunakan secara bijak, dijaga kebersihannya, serta tidak menjadi tempat meninggalkan sampah maupun melakukan vandalisme.
Keberhasilan pengelolaan Gunung Rinjani tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga pada kesadaran seluruh pendaki dalam menjaga kelestarian alam.
Dengan kolaborasi antara pengelola dan masyarakat, Gunung Rinjani dapat terus menjadi salah satu destinasi pendakian terbaik di Indonesia yang menawarkan pengalaman berpetualang sekaligus menjaga nilai-nilai konservasi.
(mc/pd)





