Gunung Arjuno–Welirang dan Bukit Lincing Ditutup Mulai 16 November

Gunung Arjuno Welirang – Foto: http://tahuraradensoerjo.or.id/

Mounture.com — Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengumumkan penutupan sementara kegiatan pendakian di kawasan Gunung Arjuno–Welirang dan Bukit Lincing.

Melalui laman pemesanan daring resmi, pengelola menyebutkan bahwa penutupan mulai berlaku pada 16 November 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya intensitas curah hujan di kawasan Tahura yang berpotensi menimbulkan bahaya longsor, jalur licin, serta gangguan terhadap keseimbangan ekosistem hutan.

Selain faktor keselamatan, keputusan tersebut juga menjadi bagian dari program pemulihan ekosistem di kawasan konservasi pegunungan Arjuno–Welirang.

BACA JUGA: Gunung Dempo, ‘Teras Sumatera’ dengan Pesona Kawah Empat Warna dan Jalur Pendakian Menantang

“Dengan meningkatnya intensitas hujan dalam kawasan, maka booking Gunung Arjuno–Welirang dan Bukit Lincing kami tutup. Penutupan dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem,” tulis pengumuman resmi Tahura Raden Soerjo di laman booking online-nya.

Diketahui, Gunung Arjuno–Welirang merupakan kompleks gunungapi kembar di Jawa Timur yang terletak di antara Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.

Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan Gunung Welirang mencapai 3.156 mdpl.

Keduanya termasuk dalam kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo dan dikenal sebagai destinasi pendakian populer dengan jalur menantang serta pemandangan hutan pegunungan yang indah.

Sementara Bukit Lincing berada di wilayah Lawang, Kabupaten Malang, dan menjadi bagian dari area konservasi Tahura Raden Soerjo.

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 1.860 mdpl dan menawarkan panorama hutan pinus serta jalur pendakian ringan dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam dari basecamp.

Jalur Bukit Lincing sering dijadikan lokasi latihan fisik maupun pendakian singkat oleh komunitas pecinta alam.

(mc/ril)