GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 39 Perjalanan Kereta dan 8.466 Kursi per Hari

  • 5 November 2026 09:01
KAI 81 Tahun

Foto: KAI

Mounture.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan sejumlah pengembangan layanan melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember 2026.

Penyesuaian jadwal kereta api ini menghadirkan tambahan perjalanan, peningkatan kapasitas tempat duduk, penambahan stasiun pemberhentian, hingga pemangkasan waktu tempuh sejumlah perjalanan.

Melalui GAPEKA 2026, KAI meningkatkan kapasitas tempat duduk kereta api penumpang di Pulau Jawa dan Sumatra dari sebelumnya 168.316 menjadi 176.782 tempat duduk per hari. Artinya, terdapat tambahan 8.466 tempat duduk per hari atau meningkat 5,03 persen dibandingkan GAPEKA 2025.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan tempat duduk, jadwal keberangkatan, maupun stasiun yang dapat digunakan.

“Penambahan kapasitas memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan menggunakan kereta api. Kami ingin pilihan perjalanan semakin beragam,” ujar Anne.

Secara terperinci, kapasitas KA antarkota di Jawa meningkat dari 132.680 menjadi 137.846 tempat duduk per hari. Jumlah tersebut bertambah 5.166 tempat duduk atau naik 3,89 persen.

Sementara itu, kapasitas kereta api di Sumatra meningkat dari 35.636 menjadi 38.936 tempat duduk per hari. Angka tersebut bertambah 3.300 tempat duduk atau tumbuh 9,26 persen.

BACA JUGA: 7 Burung Merak Hijau Diberangkatkan untuk Dilepasliarkan di Taman Nasional Ujung Kulon

Selain meningkatkan kapasitas tempat duduk, KAI juga menambah frekuensi perjalanan kereta api dalam GAPEKA 2026. Jumlah perjalanan KA penumpang terprogram meningkat dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan. Dengan demikian, terdapat tambahan 39 perjalanan kereta api yang akan melayani masyarakat di Jawa dan Sumatra.

Salah satu layanan baru yang dihadirkan adalah KA Pandawa relasi Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pulang pergi (PP) dengan empat perjalanan terprogram.

Selain itu, KAI menambah satu perjalanan KA Datuk Belambangan dan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa di Sumatra Utara. Ada pula tambahan dua perjalanan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir PP.

Menurut Anne, pengembangan frekuensi perjalanan tersebut mempertimbangkan pola mobilitas masyarakat dan kebutuhan konektivitas antardaerah. Penambahan perjalanan diharapkan memberikan lebih banyak alternatif waktu keberangkatan yang sesuai dengan aktivitas pelanggan.

Perubahan lain dalam GAPEKA 2026 adalah penambahan stasiun pemberhentian pada 84 perjalanan kereta api.

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan KA antarkota dari lebih banyak stasiun. Penambahan akses tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas masyarakat untuk kepentingan keluarga, pendidikan, ekonomi, hingga pariwisata.

Salah satu kereta yang mendapatkan tambahan pemberhentian adalah KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang PP.

Pada perjalanan arah Bandung menuju Ketapang, terdapat enam tambahan stasiun pemberhentian, yaitu:

– Stasiun Cibatu.
– Stasiun Rajapolah.
– Stasiun Kebumen.
– Stasiun Tanggul.
– Stasiun Kalisetail.
– Stasiun Rogojampi.

Sementara itu, untuk perjalanan arah Ketapang menuju Bandung, tambahan pemberhentiannya meliputi Stasiun Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.

Penambahan pemberhentian KA Sangkuriang ini sejalan dengan tingginya jumlah pelanggan yang menggunakan layanan tersebut.

Sepanjang Mei–September 2026, KA Sangkuriang telah melayani 330.186 pelanggan. Bahkan, pada Juli–September 2026, kereta ini mencatat rata-rata okupansi dinamis sebesar 240,53 persen.

Selain KA Sangkuriang, sejumlah kereta lain juga mendapatkan tambahan stasiun pemberhentian.

KA Manahan memperoleh tambahan pemberhentian di Bekasi, Gombong, dan Wates. Kemudian, KA Parahyangan mendapatkan tambahan pemberhentian di Plered, Cikarang, Karawang, dan Cikampek.

Sementara itu, KA Kaligung mendapatkan tambahan pemberhentian di Kaliwungu, Comal, dan Plabuan pada perjalanan tertentu.

BACA JUGA: Mau Sewa Bus untuk Wisata atau Acara Perusahaan? DAMRI Punya 3 Pilihan Armada

GAPEKA 2026 juga membawa perubahan pada waktu tempuh sejumlah perjalanan kereta api antarkota. Berdasarkan perbandingan dengan GAPEKA 2025, terdapat 74 perjalanan KA antarkota yang mengalami pengurangan waktu tempuh.

Pengurangan waktu tempuh terbesar terjadi pada KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong yang menjadi lebih cepat 92 menit.

Anne menjelaskan, penyesuaian waktu tempuh dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik lintas, kesiapan prasarana dan sarana, pengaturan perjalanan, serta pola pemberhentian kereta api.

Menurutnya, tidak semua perjalanan mengalami pengurangan waktu tempuh karena terdapat pula kereta yang membutuhkan penyesuaian akibat penambahan stasiun pemberhentian.

Pengembangan layanan melalui GAPEKA 2026 juga mempertimbangkan pertumbuhan jumlah pengguna kereta api.

Sepanjang Januari–Oktober 2026, KAI Group telah melayani 442.529.105 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 6,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 414.116.947 pelanggan.

Khusus layanan KA jarak jauh dan lokal KAI, jumlah pelanggan mencapai 49.932.766 orang. Angka ini meningkat 8,99 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 45.814.275 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam mengembangkan kapasitas dan meningkatkan kualitas layanan kereta api.

Melalui pemberlakuan GAPEKA 2026 mulai 1 Desember 2026, KAI berharap masyarakat mendapatkan pilihan perjalanan yang semakin beragam, akses stasiun yang lebih luas, serta waktu perjalanan yang lebih efisien di sejumlah relasi.

Penumpang yang akan bepergian menggunakan kereta api perlu memperhatikan perubahan jadwal dan menyesuaikan rencana keberangkatan dengan jadwal baru yang berlaku.

(mc/mg)