
Foto: Kemenpar
Mounture.com — Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan kinerja yang semakin solid sepanjang 2025. Berdasarkan capaian terbaru, pariwisata tidak hanya menjadi motor pemulihan ekonomi nasional, tetapi juga terus memperkuat kontribusinya terhadap devisa negara, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan investasi.
Pemerintah menetapkan sejumlah destinasi prioritas yang menjadi fokus pengembangan dan percepatan pertumbuhan pariwisata.
Destinasi percepatan meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Manado–Likupang (Sulawesi Utara), Greater Jakarta, Raja Ampat (Papua Barat Daya), Bromo–Tengger–Semeru (Jawa Timur), Bali–Lombok–Gili Tramena (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), serta Morotai (Maluku Utara).
Sementara itu, destinasi pengembangan dan penguatan mencakup Kepulauan Riau, Bangka Belitung, serta kawasan Borobudur–Yogyakarta–Prambanan di Jawa Tengah dan DIY.
BACA JUGA: Trekking Mangrove Karimunjawa Ditutup Sementara, Ini Alasannya
Bersumber pada data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Pada periode Januari–Oktober 2025, kunjungan wisman mencapai 12,8 juta, meningkat 10,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 11,6 juta.
Secara tahunan, jumlah kunjungan wisman tercatat:
– 2023: 11,7 juta
– 2024: 13,9 juta
– Proyeksi 2025: 15,3 juta kunjungan
Enam negara asal utama menyumbang 57,77 persen dari total kunjungan wisman sepanjang Januari–Oktober 2025.
Pertumbuhan kunjungan berdampak langsung pada devisa pariwisata Indonesia. Pada 2023, devisa pariwisata tercatat Rp216,1 triliun. Angka ini meningkat menjadi Rp269,8 triliun pada 2024, dan diproyeksikan mencapai Rp310,4 triliun atau 18,5 miliar dolar AS ada 2025.
Pada periode kuartal I–III 2025, devisa pariwisata mencapai 13,8 miliar dolar AS, naik 9,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Catat! Jadwal Penutupan Kawasan TNBTS dan Pendakian Gunung Semeru Tahun 2026
Minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri juga terus menguat. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 997,9 juta perjalanan pada Januari–Oktober 2025, tumbuh 18,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Secara keseluruhan, perjalanan wisatawan nusantara diproyeksikan menembus 1,21 miliar perjalanan sepanjang 2025.
Surplus kunjungan wisatawan pada Januari–Oktober 2025 mencapai 5,21 juta, melampaui capaian penuh tahun 2024 yang sebesar 4,96 juta. Kondisi ini mendorong kontribusi positif pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Kontribusi pariwisata terhadap PDB diperkirakan berada di kisaran 3,96–4,90 persen pada 2025, dengan nilai PDB pariwisata mencapai Rp702 triliun pada kuartal I–III 2025, tumbuh 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Realisasi investasi pariwisata pada kuartal I–III 2025 mencapai Rp53,9 triliun, melonjak 52,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan investasi ini mendorong pembangunan destinasi serta infrastruktur pendukung pariwisata.
Di sisi ketenagakerjaan, sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, meningkat sekitar 910 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan peran pariwisata sebagai sektor strategis dalam penciptaan lapangan kerja.
(mc/ril)






