
(Foto: dok. Trubus.id)
Mounture.com — Kabar penting bagi para pendaki yang berencana melakukan perjalanan ke kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) resmi menutup sementara seluruh kegiatan pendakian.
Penutupan tersebut dilakukan menyusul adanya kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana, salah satu lokasi yang berada di jalur pendakian Gunung Gede.
Berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor SE.18 Tahun 2026, kegiatan pendakian ditutup mulai 7 Agustus hingga 11 Agustus 2026.
Penutupan berlaku di seluruh pintu masuk kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
BBTNGGP menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk mendukung proses penanganan kebakaran di kawasan Alun-alun Suryakencana.
Selain mempercepat proses penanganan, penutupan juga bertujuan mengutamakan keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, penggiat alam bebas, serta seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan taman nasional.
Dengan demikian, selama periode penutupan, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pendakian melalui seluruh jalur masuk TNGGP.
BACA JUGA: 4 Tempat Camping di Gunung dengan Pemandangan Paling Memukau
Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan untuk tanggal 7–11 Agustus 2026, BBTNGGP menyediakan mekanisme pengajuan refund.
Link pengajuan refund akan dikirimkan melalui WhatsApp resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ke nomor ketua kelompok yang digunakan saat melakukan pendaftaran pendakian.
Karena itu, calon pendaki diminta memastikan nomor WhatsApp yang didaftarkan masih aktif agar informasi dan tautan pengajuan refund dapat diterima.
BBTNGGP belum memastikan apakah kegiatan pendakian akan kembali dibuka setelah 11 Agustus 2026.
Pembukaan kembali jalur pendakian akan menyesuaikan dengan hasil evaluasi kondisi kawasan, termasuk proses penanganan dan pemulihan dampak kebakaran.
Artinya, pendaki sebaiknya tidak hanya berpatokan pada tanggal 11 Agustus dan tetap menunggu pengumuman resmi dari pihak taman nasional sebelum merencanakan pendakian.
Informasi mengenai pembukaan kembali kegiatan pendakian akan disampaikan melalui kanal resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Cara Mencuci Down Jacket yang Benar di Rumah
Penutupan sementara ini menjadi pengingat bagi pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi ketentuan pengelola kawasan.
Kawasan yang sedang dalam proses penanganan kebakaran memiliki risiko tersendiri, baik akibat kondisi lingkungan maupun aktivitas penanganan di lapangan.
Karena itu, calon pendaki yang memiliki rencana mendaki Gunung Gede maupun Gunung Pangrango pada periode tersebut sebaiknya menunda perjalanan hingga ada informasi resmi mengenai pembukaan kembali jalur.
Jangan memaksakan pendakian ketika kawasan masih ditutup. Selain berkaitan dengan keselamatan, kepatuhan terhadap penutupan juga membantu petugas melakukan penanganan kebakaran dengan lebih efektif.
Penutupan pendakian ini ditetapkan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sadtata Noor Adirahmanta, melalui Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026 yang ditetapkan di Cibodas pada 6 Agustus 2026.
Bagi para pendaki, mari memberikan ruang bagi kawasan Alun-alun Suryakencana dan lingkungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk menjalani proses penanganan dan pemulihan.
(mc/ril)





