
Mounture.com — Dyandra Promosindo melalui rangkaian acara Twenty Five Seven (25/7) menghadirkan Dicinta Duakali, sebuah kegiatan yang memadukan konsep preloved market, aktivitas komunitas, hingga aksi sosial.
Berlangsung di Lucy Curated Compound (LCC), Kemang, acara ini mengajak masyarakat memberikan kesempatan kedua bagi pakaian dan barang bekas yang masih layak pakai sekaligus berkontribusi dalam membantu penanganan bencana dan situasi kemanusiaan di Indonesia.
Dicinta Duakali menghadirkan 16 tenant pilihan yang menawarkan berbagai koleksi pakaian dan barang preloved. Sejumlah influencer, musisi, hingga figur publik turut berpartisipasi, di antaranya Cantika Abigail, Gabriel Prince, Tities Sapoetra, dan LIPS!!.
Melalui konsep tersebut, pengunjung tidak hanya bisa berburu pakaian dan barang unik, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pemilik koleksi. Acara ini terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Menariknya, Dicinta Duakali juga mengusung misi sosial melalui alokasi 10 persen dari hasil penjualan masing-masing tenant untuk kegiatan donasi. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui platform donasi Kitabisa.com untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak bencana dan situasi kemanusiaan.
Project Manager Twenty Five Seven, Rafi Elmanda, mengatakan bahwa Dicinta Duakali menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan berbagi melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui Dicinta Duakali, kami ingin menunjukkan bahwa berbagi bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Setiap transaksi yang dilakukan pengunjung dapat menjadi bentuk kontribusi untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya dalam situasi kemanusiaan dan bencana. Kami harap inisiatif ini dapat mengajak lebih banyak orang untuk saling peduli dan memberikan dampak positif bagi sesama,” ujar Rafi.
BACA JUGA: Wisata ke Bromo Sky Bridge, Cek Harga Tiket dan Aturan Kunjungannya
Selain mengalokasikan sebagian hasil penjualan tenant untuk donasi, Dicinta Duakali juga membuka kesempatan bagi pengunjung yang ingin menyumbangkan barang-barang pribadi.
Pengunjung dapat mendonasikan pakaian, sepatu, tas, hingga boneka yang masih dalam kondisi layak pakai melalui dropbox yang tersedia di area acara.
Barang-barang yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Clothes for Charity. Organisasi tersebut juga turut berpartisipasi dalam Dicinta Duakali sebagai salah satu tenant.
Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk tidak langsung membuang barang yang sudah tidak digunakan. Dengan mendonasikannya, barang-barang tersebut berpeluang kembali dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Rangkaian Dicinta Duakali juga dimulai sejak pagi melalui kegiatan bersepeda bersama komunitas Pedal Pearl. Aktivitas ini mengambil titik keberangkatan dari Taman Literasi Blok M menuju Lucy Curated Compound (LCC) Kemang.
Kegiatan bersepeda tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan komunitas dengan semangat dan gaya hidup yang diusung Twenty Five Seven. Pengunjung pun dapat menikmati acara melalui pengalaman yang tidak hanya berfokus pada aktivitas berbelanja.
BACA JUGA: ArtScience Museum Singapura Hadirkan More than Human, Pameran Seni Bertema Alam
Selain Dicinta Duakali, Twenty Five Seven juga mulai memperkenalkan deretan musisi yang akan tampil dalam gelaran utamanya pada 4-6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri.
Melalui akun Instagram resmi @twentyfivensevenid, sejumlah nama musisi telah diumumkan, yakni The Adams, Littlefingers, Grrrl Gang, Avhath, Matter Halo, dan Jo Soegono.
Kehadiran para musisi tersebut melengkapi konsep Twenty Five Seven sebagai ruang yang mempertemukan berbagai lini industri kreatif, mulai dari musik, fashion, makanan dan minuman (F&B), hingga lifestyle.
Melalui beragam aktivitas tersebut, Twenty Five Seven diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan, berinteraksi dengan komunitas, sekaligus mengenal lebih dekat ekosistem kreatif di Indonesia.
Dicinta Duakali menjadi salah satu rangkaian kegiatan menuju penyelenggaraan Twenty Five Seven 2026. Menggabungkan flea market, aktivitas komunitas, hiburan, dan aksi donasi, acara ini menawarkan pengalaman berbelanja barang preloved yang tidak hanya memberikan nilai bagi pengunjung, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
(mc/pd)





