
Mounture.com — LRT Jabodebek mengimbau pengguna untuk lebih memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, terutama saat hendak turun dari kereta atau berpindah moda transportasi. Imbauan ini menyusul temuan 514 barang tertinggal di kereta maupun stasiun sepanjang Oktober 2026 berdasarkan data sementara.
Dari total tersebut, sebanyak 355 merupakan barang biasa, 105 berupa makanan, dan 54 lainnya termasuk barang berharga. Dari seluruh barang temuan, sebanyak 213 barang telah diserahkan kembali kepada pemiliknya.
Data tersebut menjadi pengingat bagi pengguna transportasi publik untuk memeriksa kembali barang pribadi sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun.
Berdasarkan data sementara Oktober 2026, Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mencatat jumlah barang tertinggal terbanyak, yakni 221 barang. Berikutnya, Stasiun Harjamukti mencatat 129 barang, disusul Stasiun Jatimulya dengan 116 barang temuan.
Tingginya jumlah barang tertinggal di sejumlah stasiun tersebut menjadi pengingat bagi pengguna untuk lebih cermat, khususnya ketika perjalanan mendekati stasiun tujuan atau saat harus segera melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain.
BACA JUGA: Saat Operasional Berhenti, Petugas LRT Jabodebek Periksa Rel dan Komponen Jalur
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengimbau pengguna agar membiasakan diri memeriksa barang bawaan sebelum mengakhiri perjalanan.
“LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk meluangkan waktu sejenak sebelum turun dari kereta. Pastikan barang bawaan seperti tas, payung, botol minum, serta barang lainnya sudah terbawa. Periksa kembali tempat duduk dan area di sekitar Anda agar tidak ada barang yang tertinggal,” ujarnya.
Pengguna juga diingatkan untuk memastikan barang yang dibawa merupakan milik sendiri. Hal ini penting terutama ketika terdapat barang dengan bentuk atau warna serupa yang berpotensi tertukar dengan milik penumpang lain.
Mengenali ciri khusus barang pribadi, seperti warna, merek, gantungan, atau aksesori tertentu, dapat membantu pengguna memastikan barang yang dibawa sesuai dengan kepemilikannya.
Apabila menyadari barang tertinggal di kereta atau stasiun LRT Jabodebek, pengguna dapat segera melaporkannya kepada petugas.
Untuk membantu proses penelusuran, pengguna sebaiknya menyampaikan informasi secara terperinci, meliputi:
– Jenis barang yang tertinggal.
– Warna, merek, atau ciri khusus barang.
– Lokasi terakhir barang terlihat, termasuk stasiun atau perkiraan posisi di dalam kereta.
– Perkiraan waktu barang tertinggal.
Radhitya menjelaskan, petugas akan menyimpan barang temuan dengan mencatat jenis barang, lokasi, dan waktu penemuannya. Pemilik kemudian dapat menghubungi LRT Jabodebek melalui pesan langsung atau direct message (DM) di Instagram, maupun melalui layanan call center KAI di nomor (021) 121.
“Petugas akan menyimpan barang tertinggal tersebut dengan mencatat jenis, lokasi, dan waktu, untuk selanjutnya sambil menunggu pemilik barang tersebut menghubungi LRT Jabodebek melalui direct message di Instagram, maupun call center KAI di (021) 121,” tambahnya.
Melalui imbauan ini, LRT Jabodebek mengajak masyarakat membangun kebiasaan perjalanan yang lebih tertib dan cermat. Memeriksa barang bawaan sebelum turun merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko kehilangan sekaligus mendukung perjalanan transportasi publik yang aman dan nyaman.
(mc/mg)





