
Mounture.com — Mendaki gunung bukan hanya soal menyiapkan fisik dan membawa perlengkapan yang memadai. Bagi sebagian pendaki, mengabadikan momen di tengah keindahan alam juga menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan. Tak heran jika outfit mendaki yang nyaman sekaligus stylish ikut menjadi perhatian, termasuk bagi para hijabers.
Namun, memilih pakaian untuk mendaki gunung tidak bisa hanya berdasarkan warna atau penampilan. Kondisi cuaca yang berubah, aktivitas fisik yang menguras tenaga, hingga suhu dingin di ketinggian perlu menjadi pertimbangan.
Kabar baiknya, kamu tetap bisa tampil menarik saat foto-foto tanpa harus membawa banyak pakaian. Kuncinya adalah memilih bahan yang tepat, memadukan warna, serta menggunakan perlengkapan yang mendukung kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
Berikut tujuh tips outfit hijab untuk mendaki gunung yang bisa kamu terapkan.
1. Pilih Baju yang Menyerap Keringat
Memilih baju mendaki untuk hijabers sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan warna yang cocok dengan kerudung. Bahan pakaian juga penting agar tubuh tetap nyaman ketika berjalan menanjak dan mengeluarkan banyak keringat.
Kamu bisa memilih pakaian berbahan moisture-wicking yang membantu memindahkan keringat dari kulit ke permukaan kain agar lebih cepat menguap. Bahan sintetis khusus olahraga, seperti poliester yang dirancang untuk aktivitas luar ruang, bisa menjadi pilihan.
Katun memang nyaman untuk penggunaan sehari-hari, tetapi cenderung menahan kelembapan dan lebih lama kering ketika basah. Karena itu, untuk pendakian panjang atau cuaca dingin, bahan teknis yang cepat kering umumnya lebih praktis.
Agar penampilan tetap menarik, pilih warna baju yang mudah dipadukan dengan kerudung, celana, dan jaket gunung.
2. Mix and Match Kerudung agar Tidak Perlu Membawa Banyak
Membawa terlalu banyak kerudung hanya akan menambah beban dalam carrier. Sebagai gantinya, pilih satu atau dua kerudung yang mudah dipadukan dengan beberapa pakaian.
Kerudung berwarna netral seperti hitam, abu-abu, cokelat, atau krem bisa menjadi pilihan karena relatif mudah dipadukan dengan berbagai warna outfit.
Untuk aktivitas mendaki, utamakan kerudung yang ringan, tidak mudah bergeser, nyaman digunakan bersama helm atau perlengkapan kepala jika diperlukan, serta tidak mengganggu pandangan.
Kamu juga bisa memilih kerudung olahraga yang cepat kering. Dengan begitu, penampilan tetap rapi tanpa mengorbankan kenyamanan saat melewati jalur menanjak.
BACA JUGA: 4 Camilan Praktis untuk Pendaki Gunung, Bisa Bantu Jaga Energi saat Trekking
3. Gunakan Kemeja Flanel atau Kaos dengan Manset Panjang
Kemeja flanel bisa menjadi pilihan outfit mendaki yang simpel sekaligus menarik. Motif kotak-kotaknya memberikan variasi pada penampilan tanpa perlu membawa aksesori berlebihan.
Kamu bisa memadukan flanel dengan kaos lengan panjang, celana trekking, dan kerudung berwarna senada.
Jika memilih kaos lengan pendek, manset panjang dapat membantu menutup bagian lengan. Namun, pastikan bahannya nyaman, tidak terlalu ketat, dan tidak menghambat pergerakan.
Perlu diingat, flanel bukan pengganti jaket hangat. Ketika suhu turun atau angin bertiup kencang, gunakan lapisan tambahan yang sesuai agar tubuh tetap hangat.
Dengan kombinasi yang tepat, kamu tetap bisa mengenakan pakaian yang sesuai dengan preferensi berpakaian sekaligus mendukung kebutuhan pendakian.
4. Hindari Celana Jeans, Pilih Celana Trekking yang Cepat Kering
Celana jeans memang bisa terlihat stylish, tetapi kurang ideal untuk mendaki gunung. Bahannya relatif berat ketika basah, membutuhkan waktu lebih lama untuk kering, dan dapat membatasi pergerakan jika potongannya terlalu kaku.
Sebagai gantinya, pilih celana trekking berbahan nilon atau poliester yang ringan, cukup elastis, dan cepat kering. Pastikan potongannya memungkinkan kamu melangkah lebar, jongkok, serta melewati medan terjal dengan nyaman.
Bagi hijabers yang ingin tetap mengenakan pakaian tertutup, celana trekking panjang bisa menjadi pilihan praktis. Kamu juga dapat memilih model relaxed fit agar leluasa bergerak.
Jangan lupa menyesuaikan celana dengan kondisi jalur dan cuaca. Untuk medan berbatu, semak, atau jalur dengan banyak ranting, celana panjang dapat membantu melindungi kaki dari goresan.
BACA JUGA: Mau Mendaki Gunung Cikuray dari Jakarta? Ini Rute dan Estimasi Ongkosnya
5. Pilih Aksesori yang Ringan dan Fungsional
Aksesori bisa membuat penampilan saat mendaki lebih menarik, tetapi sebaiknya pilih barang yang benar-benar berguna dan tidak menambah beban secara berlebihan.
Beberapa aksesori yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:
– Kacamata hitam: membantu mengurangi silau saat cuaca cerah.
– Buff atau penutup leher: melindungi area leher dari angin, debu, dan paparan matahari.
– Topi atau pelindung kepala: membantu melindungi kepala dari sinar matahari, selama tetap nyaman digunakan bersama kerudung.
– Sarung tenun: dapat menjadi elemen gaya saat berfoto di area yang aman dan tidak mengganggu aktivitas.
Sarung tenun dengan motif khas berbagai daerah Indonesia bisa menjadi pilihan untuk menampilkan sentuhan budaya dalam foto perjalanan.
Meski begitu, simpan aksesori dengan rapi dan hindari penggunaan barang yang mudah tersangkut pada ranting atau perlengkapan lain.
6. Gunakan Jaket Gunung Berwarna Cerah
Jaket gunung berwarna cerah bisa membuat penampilan lebih menonjol ketika berfoto dengan latar pegunungan. Warna seperti merah, jingga, kuning, atau biru terang juga dapat membantu pendaki lebih mudah terlihat oleh rekan perjalanan dalam kondisi tertentu.
Namun, fungsi utama jaket tetap untuk melindungi tubuh dari angin, hujan, dan suhu dingin. Pilih jaket sesuai kondisi cuaca, misalnya jaket tahan angin, jaket hujan, atau lapisan insulasi untuk menjaga kehangatan.
Kamu bisa memadukan jaket cerah dengan celana dan kerudung berwarna netral agar tampilan tidak terlalu ramai.
Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan hanya memilih jaket berdasarkan warna. Pastikan jaket memiliki perlindungan yang sesuai dengan kondisi pendakian, terutama jika kamu berencana bermalam di gunung.
7. Jangan Lupa Membawa Mukena
Selain menyiapkan pakaian dan perlengkapan pendakian, kebutuhan ibadah juga perlu masuk dalam daftar barang bawaan.
Mukena berbahan ringan dan mudah dilipat bisa menjadi pilihan praktis agar tidak memakan banyak ruang di dalam carrier. Simpan dalam kantong tersendiri supaya tetap bersih dan tidak mudah basah.
Sebelum berangkat, periksa kembali perlengkapan ibadah yang dibutuhkan selama perjalanan. Sesuaikan dengan durasi pendakian dan kondisi yang mungkin dihadapi di jalur. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menjalani pendakian dengan nyaman sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan ibadah.
Memilih outfit hijab untuk mendaki gunung bukan berarti harus membawa banyak pakaian atau mengikuti tren yang sedang populer. Dengan bahan yang tepat, warna yang mudah dipadukan, serta aksesori yang fungsional, kamu tetap bisa tampil menarik tanpa menambah beban secara berlebihan.
Yang tidak kalah penting, sesuaikan pakaian dengan karakter gunung, perkiraan cuaca, durasi perjalanan, dan aktivitas yang akan dilakukan. Gunakan sistem berlapis agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suhu, serta prioritaskan pakaian yang cepat kering dan tidak membatasi gerakan.
Sebab, tujuan mendaki bukan sekadar mendapatkan foto yang bagus, tetapi juga menikmati perjalanan dan kembali dengan selamat.
(mc/ns)





