
Foto: https://si-praswita.banjarkab.go.id/
Mounture.com — Aktivitas wisata pendakian Gunung Kahung di Kalimantan Selatan ditutup sementara mulai 1 November 2026 hingga memasuki musim hujan. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Penutupan tersebut diumumkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kahung Raya melalui surat pemberitahuan Nomor 002/PKR/BLG/X/2026 tertanggal 24 Oktober 2026. Kebijakan ini menindaklanjuti surat UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Nomor 500.4/225/Tahura/2026 tertanggal 23 Oktober 2026.
Dalam pemberitahuan itu, seluruh aktivitas wisata pendakian Gunung Kahung dihentikan sementara mulai 1 November 2026. Waktu pembukaan kembali belum ditentukan dan akan menyesuaikan dengan datangnya musim hujan.
Penutupan pendakian Gunung Kahung dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Vegetasi di sepanjang jalur pendakian dilaporkan sangat kering, sementara ketersediaan sumber air terbatas.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika aktivitas manusia masih berlangsung di kawasan yang rentan terbakar.
Selain mencegah karhutla, kebijakan ini bertujuan menjaga kelestarian flora dan fauna serta memastikan keselamatan pengunjung yang melakukan aktivitas wisata pendakian.
Pencegahan menjadi langkah penting, mengingat kebakaran di kawasan hutan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga dapat membahayakan pendaki dan petugas yang berada di lapangan.
BACA JUGA: 4 Camilan Praktis untuk Pendaki Gunung, Bisa Bantu Jaga Energi saat Trekking
Seiring dengan penutupan sementara tersebut, Pokdarwis Kahung Raya mengimbau calon pendaki yang telah merencanakan perjalanan mulai 1 November 2026 untuk menjadwalkan ulang pendakiannya.
Imbauan serupa ditujukan kepada pengelola jasa wisata, termasuk operator open trip dan agen perjalanan yang telah menyusun jadwal pendakian Gunung Kahung.
Pendaki diharapkan tidak memaksakan perjalanan selama penutupan masih berlaku. Selain mematuhi ketentuan pengelola, calon pengunjung perlu menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian.
Hingga pemberitahuan diterbitkan, belum ada tanggal pasti pembukaan kembali wisata pendakian Gunung Kahung. Waktu tersebut akan ditentukan kemudian dengan mempertimbangkan kondisi musim hujan dan situasi di lapangan.
Dengan adanya penutupan ini, calon pendaki perlu memeriksa informasi terbaru dari Pokdarwis Kahung Raya maupun pengelola Tahura Sultan Adam sebelum menyusun kembali rencana perjalanan.
(mc/mg)





