
Mounture.com — Kebumen, Jawa Tengah, semakin menarik sebagai destinasi wisata alam dan edukasi. Kehadiran Geopark Kebumen dalam jaringan UNESCO Global Geoparks, didukung konektivitas kereta api dan beragam pilihan akomodasi, membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati bentang alam pesisir selatan hingga situs geologi purba.
Selama bertahun-tahun, kawasan selatan Jawa Tengah kerap menjadi wilayah lintasan perjalanan antara kota-kota besar di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, potensi alam dan budaya yang dimiliki Kebumen membuat daerah ini semakin layak dijadikan tujuan liburan tersendiri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen mencatat pergerakan wisatawan Nusantara mencapai 2,77 juta kunjungan hingga Agustus 2025. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pariwisata daerah, meskipun pergerakan wisatawan tidak seluruhnya dapat diartikan sebagai kunjungan ke objek wisata tertentu.
Di sisi lain, transportasi kereta api menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau Kebumen. Data operasional PT KAI Daop 5 Purwokerto yang disebutkan dalam laporan terkait menunjukkan pertumbuhan penumpang kereta api antarkota lebih dari 14 persen secara tahunan.
Kombinasi akses transportasi, pilihan penginapan, dan beragam destinasi alam menjadikan Kebumen menarik untuk perjalanan singkat atau short getaway, termasuk bagi wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus berpindah-pindah kota.
BACA JUGA: Jangan Asal Beli! Ini Panduan Memilih Peralatan Gunung untuk Pemula
Salah satu daya tarik utama Kebumen adalah Geopark Kebumen yang dikenal dengan julukan The Mother of Earth. Kawasan ini memiliki kekayaan geologi yang berpadu dengan keanekaragaman hayati, sejarah, dan budaya masyarakat setempat.
Pengakuan melalui jaringan UNESCO Global Geoparks turut memperkuat posisi Kebumen sebagai destinasi wisata berbasis geologi. Geopark tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal proses pembentukan bumi dan hubungan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya.
Sejumlah destinasi yang dapat masuk dalam agenda perjalanan di Kebumen antara lain:
1. Pantai Menganti
Pantai Menganti dikenal dengan panorama pesisir selatan, pasir putih, dan tebing yang menghadap Samudra Hindia. Lanskap perbukitannya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut sekaligus menjelajahi kawasan pesisir.
2. Pantai Karangbolong
Pantai Karangbolong menawarkan karakter bentang alam pesisir dengan formasi batuan dan lubang alami pada kawasan karangnya. Destinasi ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal karakter geologi pesisir selatan Kebumen.
3. Bukit Hud
Bukit Hud menjadi salah satu lokasi untuk menikmati panorama garis pantai dari ketinggian. Bentang alamnya cocok bagi wisatawan yang ingin mencari sudut pandang berbeda terhadap kawasan pesisir selatan.
4. Goa Jatijajar dan Goa Petruk
Kebumen juga memiliki wisata gua yang memperlihatkan formasi geologi bawah tanah. Goa Jatijajar dan Goa Petruk menawarkan pengalaman menjelajahi ruang bawah tanah dengan formasi batuan yang terbentuk melalui proses alam dalam waktu panjang.
Keduanya juga memiliki nilai wisata edukasi karena pengunjung dapat mengenal karakter bentang karst dan proses pembentukan gua.
5. Kawasan Geologi Karangsambung
Bagi pencinta wisata edukasi, kawasan Karangsambung menyimpan nilai penting dalam kajian geologi. Wilayah ini memperlihatkan beragam singkapan batuan yang merekam sejarah pembentukan bumi, termasuk material yang berkaitan dengan proses tektonik dan lingkungan samudra purba.
6. Waduk Sempor
Jika ingin menikmati suasana perbukitan dan perairan yang lebih tenang, Waduk Sempor dapat menjadi alternatif. Kawasan ini menawarkan panorama alam yang cocok untuk rekreasi keluarga dan bersantai di sela perjalanan.
Keragaman destinasi tersebut membuat Kebumen tidak hanya menarik bagi pencinta pantai, tetapi juga wisatawan yang tertarik pada gua, perbukitan, dan wisata berbasis pengetahuan.
BACA JUGA: Gangguan Transportasi Bisa Ganggu Pariwisata, Ini yang Perlu Disiapkan Hotel
Kereta api dapat menjadi pilihan transportasi bagi wisatawan yang ingin menuju Kebumen dari sejumlah kota di Pulau Jawa. Perjalanan dengan kereta memberikan alternatif bagi pelancong yang ingin menghindari kelelahan berkendara jarak jauh.
Setibanya di Stasiun Kebumen, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat kota, penginapan, maupun destinasi wisata menggunakan transportasi lanjutan yang tersedia.
Lokasi penginapan di sekitar stasiun juga bisa menjadi pertimbangan untuk membuat perjalanan lebih praktis. Salah satunya Mexolie Hotel yang berada di dekat Stasiun Kebumen.
Menginap di kawasan pusat kota dapat memudahkan wisatawan mengatur agenda perjalanan, terutama jika datang menggunakan kereta api dan membawa barang bawaan. Namun, untuk mengunjungi destinasi yang berada di pesisir selatan atau kawasan karst, wisatawan tetap perlu memperhitungkan waktu perjalanan darat.
Sebab, jarak dari pusat kota Kebumen menuju kawasan Pantai Menganti dan wilayah wisata gua di Kecamatan Ayah cukup jauh untuk ditempuh bolak-balik dalam satu agenda yang padat.
Potensi pariwisata Kebumen juga berkaitan dengan kebutuhan akomodasi. Data Survei VHTS BPS Kabupaten Kebumen yang dirujuk dalam laporan mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 65,58 persen pada Desember 2025.
Angka tersebut dapat menjadi salah satu indikator aktivitas sektor perhotelan di Kebumen. Meski demikian, tingkat hunian hotel juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti perjalanan bisnis, kegiatan pemerintahan, acara keluarga, dan agenda lainnya, sehingga tidak seluruhnya mencerminkan aktivitas wisata.
Dalam laporan yang sama, rata-rata lama menginap wisatawan disebut berada di kisaran 1,13 malam. Durasi tersebut menunjukkan peluang untuk mengembangkan paket wisata yang mendorong pengunjung tinggal lebih lama dan menjelajahi lebih banyak destinasi.
Bagi pelaku usaha lokal, peningkatan durasi kunjungan berpotensi memperluas manfaat ekonomi, mulai dari penginapan, transportasi, pemandu wisata, hingga usaha kuliner dan produk lokal.
Wisatawan juga dapat mencicipi makanan khas Kebumen, seperti Nasi Penggel dan Sate Ambal, serta membawa pulang camilan lokal seperti lanthing sebagai oleh-oleh.
BACA JUGA: Cari Restoran Halal di Bali? Arabian Knight Ubud Sajikan Kuliner Timur Tengah
Dengan pilihan destinasi yang tersebar di beberapa wilayah, wisatawan sebaiknya menyusun agenda berdasarkan lokasi agar waktu perjalanan lebih efisien.
– Hari pertama: Jelajahi pusat kota dan kuliner lokal
Hari pertama dapat dimulai dengan menikmati Nasi Penggel untuk sarapan, kemudian menjelajahi pusat kota atau mengunjungi destinasi yang lokasinya relatif berdekatan. Wisatawan dapat meluangkan waktu untuk mencicipi Sate Ambal dan mencari oleh-oleh khas Kebumen sebelum beristirahat di penginapan.
– Hari kedua: Eksplorasi pesisir dan geopark
Hari kedua dapat dialokasikan untuk menjelajahi kawasan selatan, seperti Pantai Menganti dan destinasi lain yang berada dalam satu arah perjalanan. Alternatifnya, wisatawan dapat memilih kawasan Goa Jatijajar dan Goa Petruk untuk pengalaman wisata alam dan edukasi geologi.
Sebaiknya, wisatawan tidak memaksakan terlalu banyak destinasi dalam satu hari. Waktu tempuh, kondisi jalan, cuaca, jam operasional, serta jadwal kereta kepulangan perlu diperhitungkan sebelum berangkat.
Jika ingin mengunjungi pantai sekaligus kawasan gua, pertimbangkan untuk menambah durasi perjalanan agar agenda tidak terburu-buru.
(mc/ns)





