Proyek Trem Listrik Bali Berlanjut, Jalur Bandara–Legian Ditargetkan Beroperasi 2028

Trem Listrik Bali

Mounture.com — Rencana pembangunan trem listrik Bali terus bergulir sebagai upaya meningkatkan konektivitas di kawasan pariwisata Bali Selatan. Moda transportasi berbasis baterai ini direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu, melewati sejumlah destinasi populer seperti Kuta, Legian, dan Seminyak.

Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menandatangani perjanjian kerja sama pada 1 September 2026 untuk mendorong pengembangan proyek tersebut.

Koridor trem listrik Bali yang diusulkan memiliki panjang sekitar 13,1 kilometer. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama mencakup jalur sepanjang sekitar 6,6 kilometer dari bandara menuju Legian.

Operasi komersial tahap pertama ditargetkan mulai 2028. Sementara itu, pengembangan jalur lanjutan dari Legian menuju Seminyak hingga Canggu direncanakan pada tahap berikutnya.

Rute akhir, lokasi stasiun, dan rincian operasional masih akan ditentukan melalui kajian teknis serta koordinasi lebih lanjut antara pihak terkait.

Trem listrik Bali dirancang menggunakan tenaga baterai sehingga tidak membutuhkan kabel listrik di atas jalur. Moda transportasi ini juga disebut memiliki ukuran yang relatif ringkas dan tingkat kebisingan lebih rendah.

Jika seluruh koridor Bandara Ngurah Rai–Canggu telah beroperasi, waktu perjalanan dari bandara menuju Canggu diperkirakan sekitar 30 menit.

Kehadiran trem listrik diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi wisatawan yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi untuk menjangkau berbagai kawasan wisata di Bali Selatan.

Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan berpotensi memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi destinasi, tempat bersantap, pusat kebugaran, dan berbagai pengalaman wisata tanpa sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Meski demikian, manfaat tersebut masih bergantung pada realisasi proyek, penetapan rute akhir, serta integrasi dengan moda transportasi lainnya.

BACA JUGA: Cari Suasana Sejuk? Ini 3 Wisata Alam Menarik di Yogyakarta

Dalam pengembangannya, pemerintah berencana mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keberadaan hotel dan objek wisata, kondisi lingkungan, kawasan permukiman, hingga kepentingan masyarakat lokal.

Kenyamanan wisatawan dan karakter khas Bali juga menjadi perhatian dalam perencanaan proyek.

Konektivitas dinilai semakin penting seiring berkembangnya Canggu sebagai destinasi wisata yang menawarkan pantai, kuliner, fasilitas kebugaran, aktivitas wellness, dan berbagai pengalaman kreatif.

Apabila terealisasi sesuai rencana, trem listrik dapat memberikan pilihan mobilitas tambahan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah kawasan wisata di Bali Selatan.

Rencana pengembangan transportasi tersebut turut menjadi perhatian industri perhotelan, termasuk Swarga Suites Bali Berawa yang berlokasi di kawasan Pantai Berawa, Canggu.

Properti yang dikelola dalam portofolio Marclan International ini memiliki 60 suite dengan fasilitas berupa kolam renang, pusat kebugaran, pusat wellness, area bersantap, serta bar di atap gedung. Lokasinya memungkinkan tamu menikmati kawasan Canggu sekaligus suasana Pantai Berawa yang relatif lebih tenang.

Head of Business Development Marclan International, Chandra Himawan, mengatakan pengembangan jaringan transportasi yang lebih terhubung berpotensi melengkapi pengalaman wisatawan selama berada di kawasan tersebut.

“Canggu terus berkembang sebagai destinasi, dan konektivitas secara alami akan menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Bagi kami di Swarga Suites Bali Berawa, pengembangan jaringan transportasi yang lebih terhubung berpotensi melengkapi pengalaman tamu saat menikmati kawasan ini sekaligus memberi mereka kesempatan untuk menjelajahi lebih banyak hal yang ditawarkan Bali,” ujar Chandra, mewakili Swarga Suites Bali Berawa.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM Kuliner, Penjualan Sate Bisa Naik Dua Kali Lipat

Selain Swarga Suites Bali Berawa, Marclan International juga merencanakan pembukaan Swarga Residence pada 2028. Properti tersebut dirancang memiliki 20 apartemen berlayanan atau serviced apartment yang menyasar wisatawan dengan masa tinggal lebih panjang.

Konsep ini memberikan alternatif akomodasi bagi tamu yang ingin menikmati Canggu dengan tempo lebih santai, sekaligus memiliki fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai destinasi di Bali.

Apabila jaringan transportasi yang direncanakan dapat terwujud, konektivitas yang lebih baik berpotensi mendukung mobilitas wisatawan selama tinggal lebih lama, termasuk untuk menjangkau pantai, restoran, objek wisata, dan kawasan lain di Bali.

Meski rencana trem listrik Bali telah memasuki tahap kerja sama antarpihak, sejumlah aspek proyek masih membutuhkan kajian dan keputusan lebih lanjut. Pemerintah dan pihak terkait nantinya akan memberikan informasi lanjutan mengenai rute, lokasi stasiun, jadwal pembangunan, serta operasional layanan.

Dengan panjang koridor yang direncanakan mencapai 13,1 kilometer, proyek ini berpotensi menjadi salah satu pengembangan transportasi yang memengaruhi mobilitas wisatawan di Bali Selatan.

Bagi kawasan Canggu dan Berawa, peningkatan konektivitas diharapkan dapat mendukung pengalaman berwisata sekaligus perkembangan sektor akomodasi. Namun, manfaat tersebut akan bergantung pada realisasi pembangunan dan pengoperasian trem sesuai rencana.

(mc/mg)