
Mounture.com — PT Pertamina (Persero) mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dukungan ini dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membantu menjaga kebersihan kawasan wisata Mandalika, terutama saat berlangsungnya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Melalui program tersebut, Pertamina memberikan bantuan berupa kendaraan listrik roda tiga untuk mengangkut sampah dan tempat penampungan sampah berukuran besar. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus memperluas jangkauan layanan Bank Sampah Putri Nyale kepada masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, saat mengunjungi Bank Sampah Putri Nyale pada Jumat (9/10/2026), mengatakan bahwa penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Mandalika.
Menurut Arya, keberadaan bank sampah memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah agar memiliki nilai tambah. Sampah anorganik dapat diolah menjadi produk bernilai jual, sedangkan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk.
“Kebersihan lingkungan dan daerah wisata saling terkait, karena kalau daerahnya bersih, wisatawan akan senang hadir. Dengan adanya Bank Sampah ini, kami turut mengedukasi masyarakat sekitar untuk bisa memberikan nilai tambah, dan menghasilkan nilai rupiah yang tidak kecil dan bermanfaat bagi mereka,” ujar Arya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Mandalika.
BACA JUGA: Pertamina Hadirkan Camping Ground di Sirkuit Mandalika, Tampung 150 Orang saat MotoGP 2026
Bantuan kendaraan listrik roda tiga dari Pertamina menjadi salah satu dukungan penting bagi operasional Bank Sampah Putri Nyale. Kendaraan tersebut membantu pengelola mengangkut sampah dari masyarakat, termasuk di Desa Kuta yang mencakup 20 dusun.
Sebelumnya, keterbatasan kendaraan membuat proses pengangkutan sampah belum berjalan optimal. Dengan adanya kendaraan listrik, pengelola kini memiliki sarana tambahan untuk memperluas jangkauan penjemputan dan mengangkut sampah dalam jumlah lebih besar.
Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Hanila, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha, termasuk selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, membuat kebutuhan terhadap layanan pemilahan dan pengolahan sampah semakin meningkat.
“Pertamina kemudian hadir memberikan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah elektrik, tempat sampah berukuran besar. Hal ini sangat membantu untuk kegiatan Bank Sampah Putri Nyale,” ujar Hanila.
Menurutnya, permintaan penjemputan sampah di kawasan Mandalika juga meningkat. Dukungan sarana pengangkutan tersebut membantu pengelola menjalankan proses pengumpulan dan pemilahan sampah dengan lebih baik.
“Di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah juga meningkat, kami jadi terbantu untuk mengangkut dan memilah sampah,” tutup Hanila.
BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM Kuliner, Penjualan Sate Bisa Naik Dua Kali Lipat
Bank Sampah Putri Nyale didirikan pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta. Saat itu, fasilitas pemilahan dan pemrosesan sampah dinilai belum memadai, sehingga pengelola berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan bank sampah, masyarakat didorong untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang terkumpul kemudian dipisahkan berdasarkan jenisnya agar dapat dimanfaatkan kembali atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Namun, perjalanan Bank Sampah Putri Nyale sempat menghadapi kendala. Pada 2023, operasionalnya terhenti akibat masalah pasokan air dari sumur bor serta keterbatasan fasilitas pendukung.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kegiatan bank sampah kemudian kembali berjalan dan berupaya menjaga keberlanjutan operasionalnya.
Dukungan Pertamina melalui bantuan kendaraan pengangkut sampah listrik dan tempat penampungan berukuran besar menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan tersebut.
Keberadaan Bank Sampah Putri Nyale diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas selama MotoGP Indonesia 2026, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan Mandalika.
Dengan dukungan sarana yang memadai, Bank Sampah Putri Nyale diharapkan mampu memperluas layanan dan berkontribusi terhadap lingkungan wisata yang lebih bersih dan nyaman.
(mc/ns)





