
Foto: Desa Uhaidaho
Mounture.com — Gunung Mambulilling menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Selain menawarkan panorama pegunungan yang memesona, kawasan ini juga memiliki desa dengan pemandangan persawahan, taman anggrek milik warga, hingga air terjun yang tersembunyi di lembah gunung.
Mamasa sendiri dikenal memiliki kekayaan adat istiadat dan budaya yang berpadu dengan keindahan alam. Gunung Mambulilling menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikunjungi wisatawan untuk menikmati suasana pedesaan yang asri sekaligus menjelajahi potensi wisata alam di wilayah tersebut.
Gunung dengan ketinggian sekitar 2.741 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terletak di Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Lokasinya berada di sebelah timur Kota Mamasa dan, berdasarkan informasi yang tersedia, berjarak sekitar 77 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan.
Salah satu daya tarik yang bisa dijumpai di kaki Gunung Mambulilling adalah Tondok Bakaru. Perkampungan ini menawarkan suasana pedesaan dengan panorama perbukitan hijau, hamparan sawah, serta permukiman tradisional yang berpadu dengan lanskap alam di sekitarnya.
Pemandangan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang dan menjauh sejenak dari kesibukan perkotaan. Udara yang sejuk dan lingkungan yang masih asri juga memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin berwisata alam di Mamasa.
Selain menikmati pemandangan, wisatawan dapat menyusuri kawasan perkampungan untuk melihat kehidupan masyarakat setempat dan mengenal potensi wisata yang dikembangkan oleh warga.
BACA JUGA: Gede hingga Lawu, 6 Gunung yang Cocok untuk Pendakian Tek-Tok
Tondok Bakaru juga memiliki daya tarik berupa taman-taman anggrek yang dapat ditemukan di lingkungan rumah warga. Keberadaan taman tersebut tidak hanya mempercantik kawasan perkampungan, tetapi juga menjadi bagian dari potensi wisata berbasis masyarakat.
Pengembangan taman anggrek ini diinisiasi oleh komunitas pemuda desa yang dikenal dengan nama Mamasa Orchid. Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang khas.
Bagi pencinta tanaman hias, keberadaan anggrek menjadi alasan tersendiri untuk menjelajahi Tondok Bakaru. Wisatawan juga dapat menikmati perpaduan antara keindahan tanaman, suasana pedesaan, dan latar perbukitan di kaki Gunung Mambulilling.
Tak hanya memiliki panorama persawahan dan taman anggrek, kawasan Gunung Mambulilling juga menyimpan potensi wisata air terjun, yakni Air Terjun Serambu.
Air terjun ini berada di salah satu lembah di kawasan gunung dan menawarkan suasana alam yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan lanskap pegunungan dari sudut berbeda.
Suara aliran air dan suasana hijau di sekitarnya menghadirkan pengalaman wisata alam yang berbeda dari aktivitas menyusuri perkampungan. Namun, sebelum berkunjung, wisatawan sebaiknya mencari informasi terkini mengenai akses, kondisi jalur, serta ketentuan dari pengelola setempat.
BACA JUGA: 4 Rekomendasi Wisata Alam di Majalengka untuk Liburan Akhir Pekan
Keindahan Gunung Mambulilling tidak hanya terletak pada ketinggiannya, tetapi juga pada beragam potensi wisata yang berada di kawasan sekitarnya. Mulai dari panorama perbukitan dan persawahan di Tondok Bakaru, taman anggrek yang dikembangkan komunitas pemuda, hingga Air Terjun Serambu, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata alam yang beragam.
Wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan tersebut perlu mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama jika berencana melakukan pendakian. Perhatikan kondisi cuaca, perlengkapan, akses menuju lokasi, serta informasi resmi dari pihak pengelola sebelum berangkat.
Sebagai catatan, berdasarkan pengumuman akun Instagram @bbksda_sulsel, jalur pendakian Gunung Mambulilling ditutup sementara pada 10 Oktober hingga 10 November 2026 untuk mengantisipasi kemarau panjang dan risiko kebakaran hutan.
(mc/pd)





