
Foto: Perhutani
Mounture.com — Sejumlah gunung di Jawa Barat mulai membuka kembali aktivitas pendakian secara bertahap. Pembukaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan curah hujan serta perhitungan risiko oleh pihak pengelola atau basecamp masing-masing jalur.
Kebijakan pembukaan kembali ini dilakukan setelah sebelumnya aktivitas pendakian di sejumlah kawasan gunung dibatasi atau ditutup seiring kondisi cuaca dan potensi risiko di jalur.
Memasuki masa transisi musim, kondisi cuaca di kawasan pegunungan juga dapat berubah dengan cepat. Karena itu, pembukaan jalur tidak dilakukan secara serentak, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan pertimbangan keselamatan di masing-masing lokasi.
Berdasarkan informasi pembukaan aktivitas pendakian, berikut sejumlah gunung di Jawa Barat yang mulai kembali menerima aktivitas pendakian:
1. Gunung Sangar
Aktivitas pendakian Gunung Sangar mulai dibuka kembali pada 1 Oktober 2026.
2. Gunung Puntang
Jalur pendakian Gunung Puntang mulai dibuka kembali pada 1 Oktober 2026.
3. Gunung Burangrang
Aktivitas pendakian Gunung Burangrang telah dibuka kembali mulai 28 September 2026.
4. Gunung Bukittunggul
Gunung Bukittunggul tercantum dalam daftar pembukaan aktivitas pendakian. Namun, tanggal pembukaan spesifik tidak tercantum dalam informasi yang tersedia.
5. Gunung Cadas Panjang
Aktivitas pendakian Gunung Cadas Panjang mulai dibuka kembali pada 30 September 2026.
6. Gunung Kerenceng
Pendakian Gunung Kerenceng dibuka secara terbatas, yakni hanya pada akhir pekan (weekend) dengan aktivitas tektok.
BACA JUGA: Jangan Panik! Ini Cara Aman Menghadapi Babi Hutan di Gunung
Dibukanya kembali sejumlah jalur pendakian bukan berarti kondisi di gunung sepenuhnya bebas dari risiko. Pendaki tetap perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama pada masa transisi musim.
Cuaca di kawasan pegunungan dapat berubah dalam waktu relatif cepat. Oleh sebab itu, pendaki perlu memastikan kondisi fisik dan perlengkapan sudah dipersiapkan sebelum berangkat.
Selain itu, pendaki diimbau untuk meminimalisir penggunaan atau memantik api di jalur pendakian. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat api yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko kebakaran vegetasi di kawasan gunung.
Pendaki juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di sepanjang jalur maupun area camping. Sampah yang dibawa naik wajib dibawa kembali turun.
Para pendaki juga diimbau menjaga keselamatan diri dan sesama selama melakukan perjalanan. Apabila kondisi cuaca memburuk atau kondisi fisik tidak memungkinkan, pendaki sebaiknya mempertimbangkan kembali untuk melanjutkan perjalanan.
Patuhi pula seluruh aturan yang ditetapkan pengelola serta arahan petugas di lapangan. Ketentuan pembukaan dapat berbeda di setiap gunung, termasuk mengenai jam operasional, aktivitas tektok, camping, maupun pembatasan tertentu.
Dengan dibukanya sejumlah gunung di Jawa Barat secara bertahap, pendaki yang ingin kembali menikmati jalur pendakian perlu tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Sebelum berangkat, pastikan mengecek informasi terbaru dari basecamp atau pengelola jalur yang akan dituju, terutama terkait kondisi cuaca, status jalur, serta ketentuan pendakian yang berlaku.
(mc/ns)





