Gunung Burangrang Dibuka Lagi via Legok Haji, Jangan Lupa Bawa Turun Sampah

  • 30 September 2026 08:08

Foto: Instagram/@nurrizqi_28

Mounture.com — Kabar baik bagi para pendaki, jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai 28 September 2026. Jalur tersebut sebelumnya ditutup sebagai langkah keselamatan, namun kini kembali dapat digunakan setelah kondisi cuaca dinilai membaik dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Dibukanya kembali jalur Legok Haji menjadi kesempatan bagi pendaki yang ingin kembali menjelajahi kawasan Gunung Burangrang. Meski demikian, pendaki tetap diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan selama melakukan perjalanan.

Informasi pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji disampaikan melalui informasi pengelola via instagram @gunungburangrang2050mdpl. Jalur tersebut kembali dibuka setelah kondisi cuaca membaik sehingga dinilai lebih aman untuk digunakan oleh para pendaki.

Meski sudah dibuka, kondisi alam di kawasan pegunungan tetap dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pendaki perlu mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.

Pendaki juga sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian puncak. Keselamatan selama perjalanan, baik ketika menuju maupun turun dari gunung, perlu menjadi perhatian utama.

BACA JUGA: Gunung Sibayak: Jalur Pendakian, Ketinggian, Waktu Tempuh, dan Tips Mendaki

Sebelum melakukan pendakian Gunung Burangrang, pendaki disarankan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima.

Persiapan fisik penting karena perjalanan di kawasan pegunungan membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh. Pendaki juga perlu menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing dan tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh mulai mengalami kelelahan.

Selain fisik, perlengkapan pendakian juga perlu dipersiapkan secara matang. Pastikan perlengkapan yang dibawa sesuai dengan kebutuhan perjalanan dan kondisi medan yang akan dilalui.

Logistik juga menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan. Pendaki perlu membawa persediaan makanan dan minuman yang mencukupi selama melakukan perjalanan.

Selain keselamatan, kelestarian lingkungan menjadi perhatian penting dalam pembukaan kembali jalur Gunung Burangrang via Legok Haji.

Setiap pendaki diwajibkan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian. Sampah sekecil apa pun yang dibawa dari bawah sebaiknya tidak ditinggalkan di jalur maupun kawasan gunung.

Kebiasaan membawa turun kembali sampah merupakan bagian dari etika pendakian yang perlu diterapkan setiap pendaki. Dengan demikian, keasrian kawasan Gunung Burangrang dapat tetap terjaga dan dinikmati oleh pendaki lainnya.

Pembukaan kembali jalur Legok Haji diharapkan dapat dimanfaatkan pendaki dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan.

(mc/mg)