Pendakian Gunung Dempo: Pendaki Diimbau Pahami Risiko dan Bijak Memanggil Tim Rescue

Gunung Dempo

Foto: UPTD KPH WILAYAH X DEMPO

Mounture.com — Pendakian Gunung Dempo bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai risiko selama berada di jalur pendakian. Karena itu, setiap pendaki perlu memahami kemampuan diri, membawa perlengkapan keselamatan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kendala di gunung.

Imbauan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @brigade_officiall, yang merupakan Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo, balai resmi yang melakukan pendataan terhadap pendaki yang akan melakukan kegiatan pendakian di Gunung Dempo.

Dalam unggahannya, pihak pengelola mengingatkan pendaki agar tidak sembarangan meminta bantuan tim rescue apabila kondisi yang dihadapi masih memungkinkan untuk ditangani secara mandiri atau bersama anggota rombongan.

Proses evakuasi di gunung bukan pekerjaan sederhana. Di balik operasi penyelamatan terdapat tim yang harus mengerahkan tenaga, waktu, perlengkapan, serta biaya operasional untuk menjangkau dan membawa pendaki yang membutuhkan pertolongan.

Karena itu, pendaki diminta memahami bahwa keselamatan selama kegiatan pendakian merupakan tanggung jawab yang perlu dipersiapkan sejak sebelum berangkat.

Apabila menghadapi kendala ringan dan masih memungkinkan ditangani oleh anggota rombongan, penanganan awal dapat dilakukan terlebih dahulu. Misalnya, ketika salah satu anggota mengalami cedera ringan atau kondisi tubuh mulai menurun, rombongan dapat memberikan pertolongan pertama sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan situasi yang memang membutuhkan bantuan profesional atau evakuasi. Jika kondisi pendaki memburuk, cedera cukup serius, atau situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri, permintaan bantuan kepada tim rescue tetap menjadi langkah penting.

BACA JUGA: Cegah Karhutla, Jalur Thekelan dan Wekas Merbabu Ditutup Oktober 2026

Kesiapan menjadi salah satu bagian penting dalam pendakian Gunung Dempo. Pendaki tidak hanya perlu mempersiapkan fisik, tetapi juga perlengkapan dan pengetahuan dasar mengenai keselamatan di gunung.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain membawa perlengkapan pendakian sesuai kondisi medan, menyiapkan makanan dan minuman yang cukup, membawa perlengkapan P3K, serta memahami teknik pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Selain itu, pendaki juga perlu mengetahui batas kemampuan fisiknya. Jangan memaksakan perjalanan ketika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan berlebihan.

Pendakian bersama kelompok juga sebaiknya dilakukan dengan prinsip saling menjaga. Anggota rombongan perlu mengetahui kondisi satu sama lain dan tidak meninggalkan rekan yang mengalami kendala di jalur.

Imbauan mengenai penggunaan layanan rescue bukan berarti pendaki dilarang meminta bantuan ketika mengalami masalah. Sebaliknya, pendaki tetap perlu mengetahui kapan kondisi sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan pertolongan.

Ketika kondisi tidak memungkinkan ditangani sendiri, bantuan tim penyelamat perlu segera diminta. Terutama jika pendaki mengalami kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan membutuhkan proses evakuasi.

Prinsipnya, jangan menunda meminta bantuan ketika situasi memang darurat, tetapi jangan pula menjadikan tim rescue sebagai pilihan pertama untuk persoalan ringan yang masih dapat ditangani oleh kelompok pendakian.

Kesiapan sebelum mendaki menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko di lapangan. Pendaki yang memahami medan, mempersiapkan fisik dan logistik, membawa perlengkapan keselamatan, serta memiliki pengetahuan P3K akan lebih siap menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Pada akhirnya, pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak. Ada tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri, rekan satu rombongan, sekaligus menghargai kerja keras tim penyelamat yang bertugas di lapangan.

(mc/ns)