Mengenal Dragon Track Gunung Muria, Jalur Ekstrem Menuju Puncak Natasangin

Dragon Track Gunung Muria

Foto: unimmafm.com

Mounture.com — Jangan buru-buru menganggap pendakian Gunung Muria sebagai perjalanan ringan hanya karena gunung yang berada di Kudus, Jawa Tengah, ini memiliki ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung Muria memang tidak setinggi sejumlah gunung populer di Pulau Jawa. Namun, gunung yang menjadi salah satu ikon Kudus tersebut memiliki jalur yang menawarkan sensasi berbeda bagi pendaki, salah satunya Dragon Track atau Jalur Naga.

Jalur tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan menuju Puncak Natasangin. Trek yang berada di kawasan punggungan dengan jurang di sisi kanan dan kirinya membuat pendaki perlu lebih berhati-hati ketika melintasinya.

Dragon Track atau Jalur Naga merupakan salah satu jalur yang dilalui pendaki sebelum mencapai Puncak Natasangin. Daya tarik utamanya bukan sekadar medan yang menanjak, tetapi kondisi jalur yang berada di area terbuka dengan jurang di kanan dan kiri. Karena itu, pendaki perlu menjaga langkah dan tidak kehilangan fokus, terutama ketika melintasi bagian jalur yang cukup sempit.

Ketika cuaca sedang cerah, pemandangan dari jalur tersebut juga menjadi bagian yang membuat perjalanan semakin berkesan. Lanskap pegunungan yang terlihat dari punggungan membuat Jalur Naga disebut memiliki kemiripan dengan karakter jalur di Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tentu saja, kemiripan tersebut lebih pada karakter lanskap dan sensasi ketika berada di punggungan, bukan berarti keduanya memiliki tingkat kesulitan yang sama.

Setelah berhasil melewati Jalur Naga, pendaki masih perlu melanjutkan perjalanan sekitar 15–20 menit sebelum akhirnya mencapai Puncak Natasangin.

BACA JUGA: Kompor Portable Kotor Usai Camping? Begini Cara Membersihkannya

Puncak Natasangin secara geografis berada di kawasan Pegunungan Muria yang membentang di wilayah Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati, Jawa Tengah. Untuk menuju Puncak Natasangin, salah satu jalur yang dapat dipilih adalah melalui Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Dari pusat Kota Kudus menuju kawasan Rahtawu, perjalanan menggunakan kendaraan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sementara jika ditempuh dengan berjalan kaki, waktunya bisa mencapai sekitar lima jam.

Setelah tiba di basecamp, pendaki dapat menitipkan kendaraan dengan tarif sekitar Rp5.000 per hari.

Perjalanan dari basecamp menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam, tergantung kondisi fisik, kecepatan berjalan, kondisi jalur, serta waktu istirahat masing-masing pendaki.

Selain medan pendakian dan panorama alam, perjalanan menuju Puncak Natasangin juga melewati sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat. Salah satunya adalah Pertapaan Eyang Abiyoso.

Di sekitar kawasan tersebut terdapat bangunan dan makam yang oleh sejumlah pendaki dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Keberadaan lokasi tersebut juga membuat pendakian Gunung Muria tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati alam, tetapi juga bersinggungan dengan kawasan yang memiliki nilai budaya dan spiritual. Karena itu, pendaki perlu menjaga sikap selama berada di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Road Trip Jalur Selatan Jawa, Ini 7 Pantai yang Wajib Masuk Itinerary

Medan yang menarik bukan berarti pendaki bisa bebas melakukan apa saja. Ketika melewati kawasan Gunung Muria, termasuk jalur menuju Puncak Natasangin, etika terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tetap menjadi hal penting.

Pendaki sebaiknya menjaga tutur kata, menghormati lokasi yang dianggap memiliki nilai spiritual, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun pendaki lainnya.

Selain itu, persoalan sampah juga tidak boleh dianggap sepele.

Pastikan seluruh sampah yang dibawa dari bawah kembali turun bersama pendaki. Jangan meninggalkan bungkus makanan, botol plastik, tisu, maupun sampah lainnya di sepanjang jalur.

Gunung Muria mungkin hanya memiliki ketinggian 1.602 mdpl, tetapi Jalur Naga menunjukkan bahwa sebuah pendakian tidak selalu ditentukan oleh seberapa tinggi gunungnya. Justru medan, kondisi jalur, cuaca, dan kesiapan pendaki yang membuat perjalanan menuju Puncak Natasangin menjadi pengalaman tersendiri.

(mc/mg)