
Mounture.com — Tas carrier atau keril merupakan salah satu perlengkapan penting dalam kegiatan pendakian gunung. Tas berkapasitas besar ini digunakan untuk membawa berbagai perlengkapan, pakaian, logistik, hingga peralatan pendukung selama berada di jalur pendakian.
Karena memiliki peran penting, tas keril juga perlu dirawat dengan baik. Perawatan yang tepat tidak hanya membuat tas lebih awet, tetapi juga membantu menjaga fungsi berbagai komponennya, seperti frame, tali bahu, hip belt, ritsleting, dan kompartemen.
Tas yang kotor atau disimpan dalam kondisi lembap juga berisiko menimbulkan bau tidak sedap hingga pertumbuhan jamur. Lantas, bagaimana cara merawat tas keril agar tetap awet? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan setelah selesai mendaki.
1. Kosongkan Tas Keril Setelah Mendaki
Hal pertama yang perlu dilakukan setelah sampai di rumah adalah mengosongkan seluruh isi tas keril. Jangan hanya mengambil perlengkapan utama. Periksa seluruh kompartemen dan kantong kecil karena sering kali masih terdapat sisa makanan, tanah, daun, pasir, atau sampah kecil yang terbawa dari gunung.
Buka seluruh kantong dan kompartemen yang tersedia. Jika memungkinkan, balikkan bagian tertentu dari tas untuk membantu mengeluarkan kotoran yang masih tertinggal. Setelah itu, biarkan tas terbuka selama beberapa saat agar sirkulasi udara berlangsung dengan baik.
2. Bersihkan dan Cuci Tas Keril dengan Benar
Jika tas terkena lumpur, tanah, atau kotoran selama pendakian, segera lakukan pembersihan. Gunakan air dan sabun yang lembut untuk membersihkan permukaan tas. Hindari penggunaan deterjen keras atau pemutih karena bahan tersebut berpotensi memengaruhi material maupun lapisan pelindung tas.
Untuk bagian yang kotor, gunakan spons, kain lembut, atau sikat berbulu halus. Tidak perlu menggosok terlalu keras karena dapat merusak permukaan bahan.
Hindari memasukkan tas keril ke mesin cuci, terutama jika tas memiliki frame atau konstruksi khusus. Pembersihan manual lebih aman untuk menjaga bentuk dan komponen tas. Jika produsen mencantumkan petunjuk perawatan khusus pada label produk, ikuti petunjuk tersebut sebagai acuan utama.
BACA JUGA: Mau Mendaki Gunung Slamet via Bosapala? Simak Aturan dan Larangannya
3. Keringkan Tas di Tempat Teduh
Setelah dibersihkan, pastikan tas keril benar-benar kering sebelum disimpan. Namun, bukan berarti tas harus dijemur di bawah terik matahari dalam waktu lama. Paparan sinar matahari secara berlebihan berpotensi mempercepat penurunan kualitas material tertentu.
Cara yang lebih aman adalah menggantung atau mengangin-anginkan tas di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Buka seluruh kompartemen dan kantong agar bagian dalam tas ikut mendapatkan aliran udara.
Jangan terburu-buru menyimpan tas jika masih terasa lembap. Kondisi lembap dalam waktu lama dapat memicu munculnya jamur dan bau tidak sedap.
4. Gunakan Silica Gel untuk Mengurangi Kelembapan
Setelah tas benar-benar kering, Anda dapat menyimpannya bersama beberapa bungkus silica gel untuk membantu mengendalikan kelembapan di dalam ruang penyimpanan. Yang terpenting, pastikan silica gel masih layak digunakan dan tidak dibiarkan terlalu lama tanpa pemeriksaan.
Penggunaan bahan pewangi atau pengusir serangga seperti kapur barus sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak bersentuhan langsung dengan material tas. Sebaiknya prioritaskan kondisi penyimpanan yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik daripada mengandalkan bahan tambahan.
5. Simpan Tas Keril dengan Kondisi yang Tepat
Cara penyimpanan juga berpengaruh terhadap usia pakai tas keril. Simpan tas di tempat yang kering, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Hindari tempat yang lembap, seperti ruang penyimpanan yang rawan terkena rembesan air.
Tas juga tidak harus selalu dibungkus rapat menggunakan plastik. Jika menggunakan pelindung, pastikan tas sudah benar-benar kering dan tidak terjebak dalam kondisi kedap udara dalam waktu lama.
Sebelum disimpan, sebaiknya seluruh ritsleting dibersihkan dari pasir atau kotoran. Komponen seperti buckle dan tali juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan setelah digunakan mendaki.
6. Jangan Menumpuk Tas dengan Barang Berat
Tas keril umumnya memiliki struktur atau frame yang membantu mempertahankan bentuk sekaligus mendistribusikan beban ketika digunakan.
Karena itu, hindari menaruh barang-barang berat di atas tas saat penyimpanan. Beban tersebut dapat memberikan tekanan pada bagian tertentu dan berpotensi memengaruhi bentuk frame atau material tas. Sebaiknya letakkan tas di tempat yang tidak tertindih perlengkapan lain.
Jika tas memiliki frame yang dapat dilepas, perhatikan petunjuk produsen mengenai cara penyimpanannya. Jangan memaksa atau menekuk frame apabila konstruksinya tidak dirancang untuk dilipat.
BACA JUGA: 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Camping di Gunung
Merawat tas keril tidak berhenti setelah tas selesai dibersihkan dan disimpan. Sebelum digunakan untuk pendakian berikutnya, lakukan pemeriksaan singkat.
Cek kondisi tali bahu, hip belt, buckle, jahitan, ritsleting, frame, dan bagian bawah tas. Pastikan tidak ada sobekan atau komponen yang mengalami kerusakan.
Periksa juga kondisi rain cover apabila tas memilikinya. Jangan sampai baru mengetahui adanya kerusakan ketika sudah berada di tengah jalur pendakian.
Tas carrier merupakan salah satu perlengkapan yang menopang perjalanan pendakian. Dengan perawatan sederhana setelah setiap perjalanan, tas keril bisa tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Jadi, setelah turun gunung dan sampai di rumah, jangan langsung menyimpan keril. Kosongkan, bersihkan, keringkan, periksa, lalu simpan dengan benar.
(mc/ns)





