
Puncak Mahameru (Mounture.com/Ayyfitria)
Mounture.com — Gunung Semeru merupakan salah satu gunung favorit para pendaki di Indonesia. Berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Selain menawarkan jalur pendakian dengan panorama alam yang memukau, Gunung Semeru memiliki sejumlah lokasi ikonik yang sudah sangat dikenal di kalangan pendaki, mulai dari Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Oro-oro Ombo, hingga Mahameru.
Berikut 9 fakta menarik Gunung Semeru yang menarik untuk diketahui.
1. Watu Rejeng
Watu Rejeng merupakan salah satu lokasi yang dilewati pendaki dalam perjalanan menuju Ranu Kumbolo. Lokasi ini berada di ketinggian sekitar 2.350 mdpl, di antara Pos 2 dan Pos 3.
Dari Watu Rejeng, perjalanan menuju Ranu Kumbolo masih sekitar 4,5 kilometer. Waktu tempuhnya kurang lebih 3–4 jam berjalan kaki, tergantung kondisi fisik dan kecepatan masing-masing pendaki.
Di sekitar Watu Rejeng, pendaki dapat menemukan tebing, jurang, serta panorama alam yang menjadi salah satu daya tarik sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru.
2. Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo menjadi salah satu ikon paling terkenal dari Gunung Semeru. Danau air tawar ini berada di ketinggian sekitar 2.400 mdpl dan menjadi salah satu tempat favorit pendaki untuk beristirahat.
Ranu Kumbolo juga dikenal sebagai salah satu sumber air dalam perjalanan pendakian. Pemandangan danau yang dikelilingi perbukitan membuat kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang paling banyak diabadikan pendaki.
3. Tanjakan Cinta
Setelah meninggalkan Ranu Kumbolo, pendaki akan menjumpai Tanjakan Cinta. Jalur menanjak ini cukup terkenal karena menawarkan pemandangan Ranu Kumbolo dari ketinggian.
Selain kondisi jalurnya yang menanjak, tempat ini juga populer karena mitos Tanjakan Cinta. Konon, seseorang yang berhasil melewati tanjakan tanpa menoleh ke belakang dipercaya akan mendapatkan jodoh atau mewujudkan impian cintanya.
Mitos tersebut tentu menjadi bagian dari cerita yang berkembang di kalangan pendaki dan bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
BACA JUGA: Cari Wisata Alam di Bogor? Curug Leuwi Hejo Bisa Jadi Pilihan
4. Oro-oro Ombo
Oro-oro Ombo merupakan kawasan padang savana yang menjadi salah satu spot paling ikonik dalam pendakian Gunung Semeru.
Pada periode tertentu, kawasan ini dapat dihiasi tumbuhan berbunga berwarna ungu yang dikenal sebagai Verbena brasiliensis. Hamparan vegetasi tersebut membuat Oro-oro Ombo memiliki panorama yang menarik dan kerap menjadi lokasi favorit untuk berfoto.
Namun, kondisi vegetasi di kawasan ini dapat berubah mengikuti musim dan kondisi lingkungan.
5. Cemoro Kandang
Cemoro Kandang berada di sekitar ketinggian 2.500 mdpl dan termasuk dalam kawasan gugusan Gunung Kepolo.
Selain pepohonan cemara, kawasan ini juga ditumbuhi berbagai tanaman perdu dan paku-pakuan. Lokasinya menjadi salah satu tempat yang kerap dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat setelah melewati Oro-oro Ombo.
Cemoro Kandang juga dikenal karena keberadaan aktivitas warga lokal yang menyediakan sejumlah makanan dan minuman bagi pendaki pada kondisi tertentu.
6. Jambangan
Jambangan merupakan salah satu titik yang dilewati dalam perjalanan menuju puncak Semeru. Kawasan ini berada di sekitar ketinggian 2.600 mdpl dan berkaitan dengan Gunung Jambangan.
Jambangan juga memiliki cerita sejarah. Pada masa pendudukan Jepang, kawasan Gunung Jambangan disebut pernah dimanfaatkan untuk aktivitas penambangan dan pengambilan batu. Jejak aktivitas tersebut konon masih dapat ditemukan di jalur antara Jambangan dan Kalimati.
BACA JUGA: Traveler Wajib Tahu, Ada Promo Diskon 5 Persen untuk Kamar Grand Qin dan Qin Hotel Banjarbaru
7. Kalimati
Kalimati merupakan salah satu lokasi penting dalam jalur pendakian Semeru. Kawasan ini berada di sekitar ketinggian 2.700 mdpl dan dikenal sebagai salah satu titik peristirahatan sebelum perjalanan menuju kawasan puncak.
Nama Kalimati berkaitan dengan aliran sungai yang hanya mengalir ketika musim hujan atau dikenal sebagai sungai tadah hujan.
Perlu dicatat, jarak dari Kalimati menuju Mahameru bukan 83,3 kilometer seperti yang tercantum dalam informasi awal. Angka tersebut kemungkinan merupakan kekeliruan penulisan. Waktu tempuh menuju kawasan puncak juga sangat bergantung pada kondisi jalur, aturan pendakian yang berlaku, cuaca, serta kondisi fisik pendaki.
8. Arcopodo
Arcopodo merupakan salah satu kawasan bersejarah dalam jalur pendakian Gunung Semeru. Nama Arcopodo berasal dari istilah yang berkaitan dengan keberadaan arca.
Kawasan ini dulunya dikenal sebagai salah satu titik terakhir sebelum pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak. Jalur pendakian kemudian mengalami perubahan untuk sejumlah pertimbangan, termasuk kondisi medan dan upaya menjaga keberadaan peninggalan tersebut.
Bagi pendaki, Arcopodo juga menjadi bagian penting dari cerita perjalanan menuju Mahameru.
9. Mahameru
Mahameru merupakan nama yang digunakan untuk menyebut puncak Gunung Semeru. Dengan ketinggian 3.676 mdpl, Mahameru menjadi titik tertinggi di Pulau Jawa.
Posisinya sebagai gunung tertinggi di Jawa membuat Semeru menjadi salah satu gunung yang sangat populer di kalangan pendaki. Namun, kawasan puncak Semeru merupakan area dengan risiko tinggi dan aktivitas vulkanik, sehingga pendakian menuju puncak harus selalu mengikuti ketentuan dan batas aman yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
(mc/ns)





