
Mounture.com — Seorang pendaki asal Sirampog, Kabupaten Brebes, M. Fahri Maulana (16) dilaporkan terjatuh ke kawah Gunung Slamet. Korban dipastikan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berada di kawasan kawah.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan kondisi korban tersebut pada Selasa, 18 Agustus 2026. “Korban dalam kondisi meninggal dunia,” katanya dikutip dari detikJateng.
Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, korban terjatuh setelah tanah yang didudukinya mengalami ambrol.
Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengatakan korban saat itu mendaki Gunung Slamet bersama rombongannya.
“Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas,” ujar Hengky.
Korban kemudian dilaporkan jatuh ke arah kawah Gunung Slamet.
BACA JUGA: BBKSDA NTT Hentikan Sementara Kunjungan Wisata di 3 Kawasan Flores
Untuk menangani kejadian tersebut, Basarnas menerjunkan tiga tim menuju kawasan atas Gunung Slamet, tepatnya ke area kawah.
Tim SAR dikerahkan untuk melakukan proses penanganan dan evakuasi korban dari lokasi kejadian.
“Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet,” kata Hengky.
Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan di sekitar kawah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Budiono menjelaskan, M. Fahri Maulana diketahui mendaki Gunung Slamet pada Senin, 17 Agustus 2026, bersama sejumlah pendaki lainnya.
Korban diketahui memasuki kawasan Gunung Slamet melalui Basecamp Sawangan, Tegal.
“Korban bersama rombongan naik tanggal 17 (Agustus), untuk jam dan jumlah rombongan akan ditanyakan kembali ke pihak basecamp. Korban mendaki lewat Basecamp Sawangan Tegal,” ujar Budiono.
Informasi mengenai jumlah anggota rombongan dan waktu keberangkatan korban masih dalam pendataan pihak terkait.
BACA JUGA: Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Mulai 16 Agustus 2026 akibat Gempa Flores
Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bagi para pendaki mengenai risiko aktivitas di kawasan puncak Gunung Slamet, terutama ketika berada di sekitar kawah.
Area kawah memiliki medan yang tidak stabil dan berpotensi membahayakan apabila pendaki berada terlalu dekat dengan tepian atau titik yang tidak aman.
Pendaki diimbau selalu mengikuti arahan petugas dan pengelola jalur, tidak mendekati area berbahaya, serta memperhatikan kondisi medan selama melakukan pendakian.
Sebagai catatan, artikel ini disusun berdasarkan informasi awal dari pihak SAR pada Selasa, 18 Agustus 2026. Informasi mengenai proses evakuasi dan perkembangan operasi SAR dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
(mc/ril)






