Pendaki Wajib Tahu! 4 Waktu Paling Berisiko Saat Pendakian Gunung

  • 18 August 2026 08:06

Ilustrasi – Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Pendakian gunung bukan hanya soal kekuatan fisik dan kelengkapan perlengkapan. Memilih dan memperhitungkan waktu selama pendakian juga menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan.

Ada sejumlah waktu yang memiliki risiko lebih tinggi bagi pendaki, baik karena perubahan suhu, kondisi fisik, berkurangnya jarak pandang, maupun perubahan cuaca. Karena itu, pendaki perlu memahami kondisi tubuh dan lingkungan sebelum melanjutkan perjalanan.

Berikut 4 waktu paling rawan selama pendakian gunung yang perlu diperhatikan.

1. Tengah Malam

Setelah berjalan dan beraktivitas seharian, tidur biasanya menjadi hal pertama yang dicari pendaki. Namun, tengah malam justru menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai, terutama ketika tubuh berada dalam kondisi istirahat dan tidak lagi menghasilkan panas sebanyak saat bergerak.

Kenapa rawan?

Suhu Tubuh

Saat tidur, suhu tubuh dapat mengalami penurunan sehingga tubuh lebih mudah merasa dingin, terutama ketika berada di lingkungan dengan suhu rendah.

Perlengkapan

Kekurangan perlengkapan tidur yang sesuai, seperti sleeping bag, matras, atau pakaian hangat, biasanya baru terasa ketika suhu semakin dingin pada malam hari.

Hipotermia

Kondisi dingin yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko hipotermia. Gejalanya juga berpotensi terlambat disadari ketika seseorang sedang mengantuk atau tidur.

2. Maghrib

Waktu menjelang atau sekitar Maghrib sering dianggap masih aman karena kondisi jalur belum sepenuhnya gelap. Padahal, perubahan dari terang menuju gelap di gunung dapat terjadi cukup cepat.

Pendaki yang masih berada di jalur pada waktu tersebut harus mempertimbangkan apakah perjalanan perlu dilanjutkan atau sebaiknya mencari lokasi aman untuk berhenti.

Kenapa rawan?

Visibilitas

Cahaya alami berkurang dengan cepat sehingga kemampuan melihat kontur dan rintangan di jalur ikut menurun.

Suhu

Setelah matahari terbenam, suhu udara umumnya mulai turun. Pendaki yang masih berjalan perlu memastikan pakaian dan perlengkapan pelindung sudah siap.

Jarak

Dalam kondisi minim cahaya, memperkirakan jarak dan kondisi jalur menjadi lebih sulit. Rute yang terlihat mudah pada siang hari dapat terasa berbeda ketika malam.

BACA JUGA: Jangan Naik Gunung Sebelum Siapkan 14 Peralatan Penting Ini

3. Menjelang Subuh

Bagi pendaki yang melakukan summit attack, waktu menjelang subuh menjadi salah satu periode yang membutuhkan perhatian ekstra.

Tubuh baru saja beristirahat dan belum tentu pulih sepenuhnya dari perjalanan sebelumnya. Pada saat yang sama, pendaki harus kembali berjalan ketika kondisi lingkungan masih sangat dingin.

Kenapa rawan?

Suhu Udara

Menjelang matahari terbit, suhu udara di kawasan pegunungan umumnya masih sangat rendah sehingga tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan panas.

Energi

Tidur beberapa jam belum tentu cukup untuk mengembalikan energi setelah aktivitas fisik yang panjang.

Kondisi Fisik

Memaksakan summit attack ketika tubuh belum siap dapat meningkatkan risiko kelelahan, kehilangan konsentrasi, hingga masalah keselamatan lainnya.

Karena itu, keputusan melakukan summit attack sebaiknya tidak hanya berdasarkan target mencapai puncak, tetapi juga kondisi fisik dan cuaca.

4. Saat Hujan Turun

Berbeda dengan tiga waktu sebelumnya yang berkaitan dengan periode tertentu dalam sehari, hujan bisa datang kapan saja selama pendakian.

Begitu hujan turun, kondisi jalur dapat berubah dalam waktu singkat. Tanah menjadi lebih licin, bebatuan basah, dan jarak pandang bisa berkurang, terutama ketika hujan disertai kabut.

Kenapa rawan?

Jalur

Tanah, akar, dan bebatuan yang basah menjadi lebih licin sehingga risiko terpeleset dan terjatuh meningkat.

Basah

Pakaian atau perlengkapan yang basah dapat membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat, terutama ketika suhu lingkungan rendah dan angin bertiup kencang.

Jarak Pandang

Hujan dan kabut dapat mengurangi jarak pandang sehingga navigasi menjadi lebih sulit. Jika kondisi cuaca memburuk, pendaki sebaiknya mempertimbangkan untuk berhenti di lokasi yang aman daripada memaksakan perjalanan.

(mc/ns)