
Penampakan Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur – Foto: Instagram/@eastjava.supertrip
Mounture.com — Dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari dilakukan operasi pencarian.
Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan alias Irfan Nasrul Laili (35), seorang pemandu lokal asal Bondowoso.
Penemuan kedua korban pada Selasa, 4 Agustus 2026, mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dengan medan pencarian yang cukup berat.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, komunitas pecinta alam, serta masyarakat setempat.
Selama proses pencarian, tim dihadapkan pada medan yang terjal, tebing curam, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian dan evakuasi korban.
Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, seluruh unsur SAR terus melakukan penyisiran hingga akhirnya kedua korban berhasil ditemukan.
BACA JUGA: Jangan Asal Beli! Begini Cara Memilih Camping Chair untuk Mendaki Gunung
Sumber informasi dari relawan yang terlibat pencarian menyebutkan bahwa setelah korban ditemukan, tim SAR gabungan melanjutkan proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju titik yang aman.
Medan Gunung Piramid yang dikenal memiliki jalur curam dan berbatu membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Selanjutnya, jenazah kedua korban akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan.
Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga korban, para relawan, komunitas pendaki, serta masyarakat yang mengikuti proses pencarian sejak awal.
Semoga seluruh proses evakuasi berjalan lancar hingga kedua korban dapat diserahkan kepada keluarga.
Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya kedua pendaki. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan pendakian dengan matang, serta mematuhi seluruh prosedur dan aturan yang berlaku di kawasan gunung.
(mc/pd)





