
Mounture.com — Mendaki gunung bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang sering kali berubah secara drastis. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pendaki adalah suhu dingin, terutama saat malam hari atau ketika berada di ketinggian.
Di beberapa gunung di Indonesia, suhu bahkan dapat mendekati atau berada di bawah 0 derajat Celsius pada musim kemarau. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, udara dingin dapat meningkatkan risiko hipotermia, kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal dan berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.
Karena itu, penting mengetahui cara menghangatkan tubuh saat berada di gunung. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
1. Gunakan Pakaian Hangat yang Tetap Kering
Langkah pertama untuk menghadapi suhu dingin di gunung adalah menggunakan pakaian yang tepat. Pastikan seluruh pakaian yang dikenakan dalam kondisi kering karena pakaian basah akan mempercepat hilangnya panas tubuh.
Gunakan perlengkapan seperti jaket hangat atau windproof, celana panjang, kaus kaki tebal, sarung tangan, upluk atau penutup kepala, dan buff atau pelindung leher.
Ingat, sebagian besar panas tubuh dapat hilang melalui kepala dan tangan. Oleh karena itu, jangan abaikan penggunaan kupluk dan sarung tangan saat suhu mulai turun.
2. Minum Minuman Hangat, Hindari Alkohol
Saat cuaca mulai dingin, buatlah minuman hangat seperti teh, kopi, cokelat panas, atau air hangat untuk membantu menjaga suhu tubuh.
Sebaliknya, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Meski alkohol dapat memberikan sensasi hangat sesaat karena melebarkan pembuluh darah, efek tersebut justru membuat panas tubuh lebih cepat hilang. Selain itu, alkohol juga dapat menurunkan kesadaran, yang sangat berbahaya saat berada di lingkungan pegunungan.
BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang: Rute, Pos, Estimasi Waktu dan Tips
3. Konsumsi Makanan Tinggi Karbohidrat dan Protein
Tubuh membutuhkan energi lebih banyak saat berada di udara dingin. Karena itu, jangan sampai melewatkan waktu makan. Pilih makanan yang kaya karbohidrat dan protein, seperti nasi, mie, kentang, telur, ayam, daging, dan oatmeal.
Karbohidrat akan menjadi sumber energi utama, sedangkan protein membantu proses pemulihan tubuh setelah aktivitas mendaki.
4. Hangatkan Tubuh dengan Kompor atau Api Unggun Secara Aman
Jika kondisi memungkinkan dan aturan kawasan memperbolehkan, Anda bisa menghangatkan tubuh menggunakan kompor portable saat memasak atau membuat api unggun di lokasi yang aman.
Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan yakni jangan membuat api unggun di area yang dilarang, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Lalu bersihkan bekas api unggun agar tidak merusak lingkungan, dan jangan menggunakan api di dalam tenda karena berisiko menyebabkan kebakaran dan keracunan karbon monoksida.
Menggunakan kompor portable di area terbuka untuk memasak makanan hangat umumnya menjadi pilihan yang lebih aman dibanding membuat api unggun.
5. Gunakan Sleeping Bag yang Sesuai
Saat beristirahat, gunakan sleeping bag dengan spesifikasi yang sesuai dengan suhu gunung yang akan didaki. Sleeping bag berbahan polar atau yang memiliki temperature rating rendah akan membantu menjaga panas tubuh sepanjang malam.
Untuk menambah kehangatan, pastikan Anda menggunakan matras sebagai alas agar panas tubuh tidak terserap tanah, mengenakan pakaian tidur yang kering, menutup rapat sleeping bag hingga bagian leher, atau tidur berdekatan dengan rekan satu tenda jika diperlukan, selama tetap menjaga kenyamanan dan batasan pribadi.
(mc/ns)





