Cerita Mistis Gunung Latimojong, Pendaki Mengaku Melihat Sosok Misterius di Pos 5

Pos 5 Gunung Latimojong – Foto: Instagram/@milan2707b

Mounture.com — Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Sulawesi sekaligus salah satu dari jajaran 7 Summits Indonesia. Selain menawarkan jalur pendakian yang menantang dan keindahan hutan lumut yang memukau, gunung ini juga kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis yang beredar di kalangan pendaki.

Salah satu kisah datang dari seorang pendaki bernama Dewi Anggraini yang mengaku mengalami beberapa kejadian tak biasa saat melakukan pendakian pada beberapa waktu lalu. Perlu diketahui, pengalaman berikut merupakan cerita pribadi narasumber dan tidak dapat diverifikasi secara objektif.

Menurut Dewi, pengalaman tersebut terjadi ketika rombongannya mendirikan tenda di Pos 5 Gunung Latimojong.

Sejak siang hari, hujan terus mengguyur jalur pendakian sehingga seluruh anggota tim tiba di lokasi perkemahan dalam kondisi basah. Setelah tenda selesai didirikan, mereka berganti pakaian dan beristirahat.

Dari informasi yang diperolehnya sebelum pendakian, Pos 5 memang dikenal oleh sebagian pendaki sebagai salah satu lokasi yang memiliki cerita mistis.

Kejadian pertama dialami saat Dewi meminta salah seorang temannya menemani ke area yang tidak jauh dari tenda untuk buang air kecil.

Saat itulah ia mengaku melihat sosok berwarna hitam berdiri hanya beberapa langkah dari posisinya. Merasa ketakutan, ia segera kembali ke tenda dan menceritakan pengalaman tersebut kepada teman-temannya.

BACA JUGA: 4 Alasan Lampu Tenda Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

Pengalaman berikutnya terjadi setelah rombongan menyelesaikan summit attack dan kembali ke Pos 5 sekitar pukul 13.00.

Ketika hanya ada dirinya dan seorang teman di area perkemahan untuk menyiapkan makanan, Dewi mengaku kembali melihat sosok berwarna putih yang bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya.

Karena kejadian berlangsung pada siang hari, ia memilih mengabaikan apa yang dilihatnya dan melanjutkan aktivitas memasak.

Menjelang waktu magrib, hujan kembali turun ketika Dewi dan beberapa rekannya sedang berbincang di depan tenda sambil mempertimbangkan apakah akan langsung turun ke basecamp pada malam hari.

Saat itu, ia mengaku kembali melihat sosok putih berdiri di antara pepohonan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi tenda.

Pengalaman tersebut membuatnya berubah pikiran dan memilih menunda perjalanan turun hingga menjelang subuh.

Pada malam harinya, Dewi juga mengaku merasakan kakinya seperti sedang ditepuk atau dipijat oleh salah seorang temannya.

Namun ketika ia meminta temannya berhenti, rekannya justru mengaku tidak sedang melakukan apa pun.

Peristiwa tersebut membuat suasana di dalam tenda menjadi semakin mencekam hingga akhirnya ia berusaha kembali tidur.

BACA JUGA: Terkubur Abu Gunung Sindoro, Situs Liyangan Simpan Rahasia Peradaban Mataram Kuno

Kejadian terakhir yang paling membekas terjadi saat tengah malam.

Dewi mengaku terbangun karena merasa ada salah seorang temannya baru saja masuk ke dalam tenda. Ia kemudian bertanya mengenai waktu, namun sosok tersebut hanya menjawab singkat dengan nada kasar agar ia kembali tidur.

Keesokan paginya, ketika perjalanan turun menuju basecamp dimulai, Dewi menanyakan kembali percakapan tersebut kepada temannya.

Namun, temannya mengaku sama sekali tidak pernah keluar tenda sejak sore hingga pagi hari. Pengakuan itu membuat Dewi terkejut karena merasa telah berbicara dengan seseorang yang tidak diketahui identitasnya.

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, Gunung Latimojong tetap menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki karena keindahan alamnya, jalur hutan lumut yang eksotis, serta panorama dari Puncak Rante Mario yang merupakan titik tertinggi di Sulawesi.

Cerita mistis seperti yang dialami Dewi merupakan pengalaman pribadi yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Setiap pendaki tentu memiliki pengalaman yang berbeda-beda saat berada di alam bebas.

Hal terpenting ketika melakukan pendakian adalah selalu mempersiapkan kondisi fisik dan mental dengan baik, mematuhi aturan yang berlaku, menghormati alam dan budaya setempat, serta menjaga etika selama berada di gunung. Dengan persiapan yang matang dan sikap yang bijaksana, pendakian akan menjadi pengalaman yang aman dan menyenangkan.

(mc/ril)