
Foto: LRT Jabodebek
Mounture.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Divisi LRT Jabodebek terus memperkuat standar keselamatan operasional guna menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, andal, dan responsif terhadap berbagai kondisi darurat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan praktik penggunaan hydrant dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi personel LRT Jabodebek. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Kantor Divisi LRT Jabodebek pada Senin, 15 Juni 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan personel merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan operasional transportasi publik.
Menurutnya, kemampuan melakukan respons awal yang tepat saat terjadi keadaan darurat dapat membantu meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan pengguna layanan.
“Dalam layanan transportasi publik, respons awal saat kondisi darurat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan pengguna. Karena itu, peningkatan kompetensi personel dalam penanganan keadaan darurat harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Radhitya.
BACA JUGA: Kereta Panoramic Kian Diminati, Jumlah Penumpang Melonjak 62 Persen pada 2026
Melalui pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem hydrant, penggunaan APAR berdasarkan klasifikasi kebakaran, hingga simulasi penanganan kebakaran secara langsung.
Simulasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan kerja dan standar operasional yang berlaku di lingkungan LRT Jabodebek.
Selain memahami teori, personel juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan peralatan pemadam kebakaran agar lebih siap ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan atau safety culture yang terus dikembangkan di lingkungan kerja LRT Jabodebek.
Melalui program tersebut, setiap personel diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai prosedur keselamatan, koordinasi saat keadaan darurat, serta kemampuan melakukan tindakan awal sebelum tim penanganan khusus tiba di lokasi.
Menurut Radhitya, penguatan budaya keselamatan tidak hanya dilakukan melalui pengembangan teknologi dan fasilitas operasional, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, pemahaman prosedur, serta kemampuan koordinasi yang baik dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Hal ini penting untuk mendukung operasional LRT Jabodebek yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat,” tambahnya.
BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Bukit Sempana Sembalun Padam, 25 Pendaki Berhasil Dievakuasi dari Lokasi
Tidak hanya bermanfaat untuk mendukung operasional perusahaan, pelatihan penggunaan hydrant dan APAR juga memberikan edukasi dasar mengenai penanganan kebakaran ringan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan tersebut dinilai penting karena dapat membantu personel mengambil tindakan cepat saat menghadapi potensi kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal masing-masing.
Sebagai salah satu moda transportasi perkotaan modern, LRT Jabodebek terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap operasionalnya.
Melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi pekerja, perusahaan berupaya memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar keselamatan yang tinggi.
LRT Jabodebek juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan keselamatan sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik yang modern, berkelanjutan, serta berorientasi pada keselamatan pengguna.
(mc/ril)





