
Mounture.com — Aktivitas pendakian gunung menawarkan pengalaman petualangan yang menyenangkan sekaligus menantang. Namun di balik keindahan alam yang disuguhkan, mendaki gunung juga memiliki berbagai risiko cedera yang perlu diantisipasi oleh setiap pendaki.
Salah satu cedera yang paling sering terjadi saat pendakian adalah keseleo atau cedera pada ligamen akibat pergerakan sendi yang melebihi batas normal. Kondisi ini umumnya terjadi ketika pendaki melewati jalur terjal, berbatu, licin, atau saat kondisi tubuh mulai lelah sehingga konsentrasi menurun.
Karena lokasi pendakian sering kali jauh dari fasilitas kesehatan, penting bagi pendaki untuk mengetahui cara melakukan penanganan awal keseleo di gunung agar cedera tidak semakin parah.
Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika mengalami keseleo saat mendaki gunung.
1. Cari Tempat Datar untuk Beristirahat
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas dan mencari lokasi yang aman serta datar untuk beristirahat.
Mengistirahatkan kaki yang cedera dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi yang mengalami keseleo. Lepaskan carrier atau beban bawaan agar tubuh lebih rileks dan hindari bergerak terlalu banyak selama proses pemulihan awal.
Banyak kasus keseleo menjadi lebih parah karena pendaki tetap memaksakan berjalan meski rasa nyeri sudah muncul.
2. Gunakan Spray atau Obat Pereda Nyeri
Jika dalam perlengkapan P3K atau medical kit tersedia spray pereda nyeri, gunakan sesuai petunjuk pemakaian.
Spray pereda nyeri dapat membantu mengurangi rasa sakit dan memberikan kenyamanan sementara sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, membawa perlengkapan P3K lengkap saat mendaki gunung menjadi hal yang sangat penting.
Selain spray, beberapa pendaki juga membawa salep atau gel khusus untuk membantu meredakan nyeri otot dan sendi.
BACA JUGA: Pendaki Rinjani Wajib Tahu, Jangan Tinggalkan Tenda Kosong di Plawangan Sembalun
3. Balut Area yang Cedera
Setelah rasa nyeri mulai berkurang, lakukan pembalutan pada area yang mengalami keseleo menggunakan perban elastis.
Apabila tidak membawa perban, pendaki bisa memanfaatkan syal, buff, atau kain lainnya sebagai penyangga sementara. Tujuan pembalutan adalah memberikan stabilitas pada sendi yang cedera dan membantu mengurangi pembengkakan.
Namun, pastikan balutan tidak terlalu ketat karena dapat menghambat sirkulasi darah. Sebaliknya, balutan yang terlalu longgar juga tidak akan memberikan dukungan yang optimal pada sendi.
4. Tinggikan Posisi Kaki
Cara berikutnya adalah meninggikan bagian kaki yang mengalami keseleo.
Posisi kaki yang lebih tinggi dari jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlancar aliran cairan dari area cedera. Pendaki bisa menggunakan tas carrier, matras, atau benda lain sebagai penyangga kaki.
Apabila kondisi mulai membaik, lakukan gerakan ringan secara perlahan untuk menjaga fleksibilitas sendi dan mencegah kekakuan otot.
5. Coba Berjalan Secara Perlahan
Setelah beristirahat dan melakukan penanganan awal, cobalah berjalan secara perlahan untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami.
Saat mencoba berjalan, hindari membawa beban berat dan mintalah bantuan anggota tim untuk mendampingi. Jika rasa nyeri masih sangat kuat atau kaki sulit digunakan untuk menopang tubuh, sebaiknya jangan memaksakan melanjutkan perjalanan.
Keputusan untuk turun gunung sering kali menjadi pilihan paling aman dibandingkan memaksakan diri mencapai puncak.
BACA JUGA: Rà Signature Komodo Labuan Bajo Resmi Dibuka, Hotel Premium Baru yang Perkuat Pariwisata Flores
Dalam dunia pendakian, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Banyak kecelakaan serius di gunung berawal dari keputusan pendaki yang memaksakan diri meski kondisi fisik sudah tidak memungkinkan.
Jika keseleo yang dialami cukup parah, disertai pembengkakan besar, nyeri hebat, atau ketidakmampuan berjalan, segera lakukan evakuasi dan hubungi tim penyelamat atau petugas pos pendakian terdekat.
Ingat, puncak gunung akan selalu ada. Namun keselamatan dan kesehatan harus menjadi hal yang paling utama dalam setiap perjalanan.
Selain mengetahui cara penanganannya, pendaki juga perlu memahami langkah pencegahan agar risiko keseleo bisa diminimalkan, antara lain:
– Menggunakan sepatu gunung yang sesuai dan memiliki grip baik.
– Melakukan pemanasan sebelum memulai pendakian.
– Menjaga ritme langkah dan tidak terburu-buru.
– Menggunakan trekking pole pada jalur terjal.
– Mengatur beban carrier agar tidak berlebihan.
– Beristirahat secara berkala untuk menghindari kelelahan.
– Tetap fokus saat berjalan, terutama di jalur berbatu dan licin.
Dengan persiapan yang baik dan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama, pendaki dapat mengurangi risiko cedera sekaligus meningkatkan keselamatan selama berada di alam bebas.
(mc/ns)





