
Foto: instagram/ @arjunoviapurwosari
Mounture.com — Gunung Arjuno menjadi salah satu gunung favorit para pendaki di Jawa Timur. Gunung dengan ketinggian 3.339 mdpl ini berada di perbatasan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu serta masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Berada berdampingan dengan Gunung Welirang, Arjuno menawarkan jalur pendakian yang panjang, menantang, sekaligus sarat nilai sejarah dan budaya. Tercatat terdapat empat jalur resmi menuju puncak Gunung Arjuno, yaitu jalur Tretes, Purwosari, Lawang, dan Batu.
Di antara jalur tersebut, jalur Purwosari dikenal sebagai salah satu trek terpanjang yang banyak dipilih pendaki yang ingin menikmati suasana hutan lebat, situs-situs bersejarah, serta perjalanan yang lebih tenang dibandingkan jalur lainnya.
Selain terkenal dengan keindahan alamnya, lereng Gunung Arjuno juga menyimpan banyak situs peninggalan sejarah dan tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Tak heran jika berbagai cerita dan mitos berkembang di kalangan pendaki.
Banyaknya situs sejarah dan tempat pemujaan di sekitar lereng Gunung Arjuno membuat para pendaki diimbau untuk selalu menjaga sikap dan menghormati adat setempat selama berada di kawasan gunung.
Berbagai kisah mistis pun kerap menjadi bagian dari cerita yang beredar dari generasi ke generasi. Mulai dari cerita pendaki tersesat, berpindah jalur tanpa sadar, hingga pengalaman-pengalaman yang dikaitkan dengan pelanggaran pantangan tertentu.
Bagi yang berencana mendaki Gunung Arjuno melalui jalur Purwosari dan turun melalui jalur Lawang, berikut estimasi waktu perjalanan berdasarkan pengalaman pendaki.
BACA JUGA: Sering Diabaikan, Ini Cara Istirahat yang Benar Saat Mendaki Gunung
1. Basecamp Purwosari – Pos 1 (Goa Ontoboego) – 50 menit
Perjalanan diawali dari basecamp menuju Pos 1 atau Goa Ontoboego. Di lokasi ini tersedia musala yang dapat digunakan pendaki untuk beristirahat maupun beribadah.
2. Pos 1 (Goa Ontoboego) – Pos 2 (Tampuono) – 1 jam 15 menit
Pos 2 menjadi salah satu titik penting karena terdapat warung serta Sendang Dewi Kunti yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi perbekalan air.
3. Pos 2 (Tampuono) – Pos 3 (Eyang Sakri) – 10 menit
Jarak kedua pos ini relatif dekat sehingga dapat ditempuh dalam waktu singkat.
4. Pos 3 (Eyang Sakri) – Pos 4 (Eyang Semar) – 1 jam 18 menit
Jalur mulai menanjak dengan vegetasi hutan yang masih cukup rapat.
5. Pos 4 (Eyang Semar) – Pos 5 (Makhutoromo) – 32 menit
Pos 5 sering dijadikan lokasi bermalam pada hari pertama pendakian. Di kawasan ini juga terdapat sumber air terakhir sebelum pendaki melanjutkan perjalanan ke atas.
6. Pos 5 (Makhutoromo) – Pos 6 (Candi Sepilar) – 10 menit
Perjalanan menuju Candi Sepilar relatif singkat.
7. Pos 6 (Candi Sepilar) – Pos 7 (Jawa Dipa) – 2 jam
Jalur mulai terasa lebih panjang dengan karakter trek yang cukup menguras tenaga.
8. Pos 7 (Jawa Dipa) – Plawangan – 4 jam 30 menit
Segmen ini menjadi salah satu bagian terpanjang dalam pendakian. Banyak pendaki memilih mendirikan tenda di Plawangan untuk bermalam pada hari kedua.
9. Plawangan – Puncak Arjuno – 1 jam
Dari Plawangan, perjalanan menuju puncak dapat ditempuh sekitar satu jam dengan panorama yang semakin terbuka.
BACA JUGA: Wisata Ranu Darungan: Surga Bird Watching dan Anggrek Alam di Kaki Semeru
Setelah mencapai puncak Arjuno, pendaki dapat melanjutkan perjalanan turun melalui jalur Lawang.
1. Plawangan – Pos 4 (Nggombes) – 1 jam 40 menit
Turunan cukup panjang dengan jalur yang perlu diwaspadai saat kondisi licin.
2. Pos 4 (Nggombes) – Pos 3 (Mahapena) – 3 jam 45 menit
Perjalanan melewati kawasan hutan yang masih teduh dan cukup panjang.
3. Pos 3 (Mahapena) – Pos 2 – 3 jam
Sekitar 100 meter dari Pos 3 terdapat lokasi tadah hujan yang airnya dapat disaring sebagai tambahan perbekalan.
4. Pos 2 – Pos 1/Basecamp Lawang – 2 jam 30 menit
Tidak jauh dari shelter Pos 2, sekitar 300 meter melewati dua bukit, terdapat sumber air yang bisa dimanfaatkan pendaki sebelum melanjutkan perjalanan turun.
Jika dijumlahkan, waktu perjalanan dari Basecamp Purwosari menuju Puncak Arjuno mencapai sekitar 11 jam 45 menit tanpa memperhitungkan waktu istirahat.
Sementara estimasi perjalanan turun dari Plawangan menuju Basecamp Lawang membutuhkan sekitar 10 jam 55 menit.
Dengan total durasi perjalanan yang cukup panjang, jalur Purwosari – Lawang cocok bagi pendaki yang ingin menikmati pengalaman pendakian lintas jalur sambil menjelajahi berbagai situs bersejarah yang tersebar di kawasan Gunung Arjuno.
Sebelum mendaki, pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan yang memadai, serta selalu mematuhi aturan pengelola demi keselamatan selama perjalanan.
(mc/pd)





