Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Program Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Hari Bumi 2026 Pertamina

Mounture.com — Peringatan Hari Bumi 2026 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Semangat ini sejalan dengan komitmen Pertamina melalui Pertamina Foundation (PF) yang terus mendorong berbagai program berbasis lingkungan dan pemberdayaan.

Melalui program PFlestari dan PFseries, Pertamina Foundation melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, peneliti, hingga pelaku usaha perempuan untuk berkontribusi langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Pertamina meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami sebagai perusahaan energi. Melalui program TJSL, kami mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bergerak, baik lewat program pendidikan, penanaman, hingga penciptaan inovasi ramah lingkungan,” ujar VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto.

BACA JUGA: Peralatan Pemantauan Gunung Semeru Dicuri, Status Siaga Terancam Tanpa Data Real-Time

Dalam program PFlestari, Pertamina Foundation mengoptimalkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan, kelompok tani hutan, serta sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Bengkulu.

Kolaborasi ini telah menghasilkan penanaman lebih dari satu juta pohon daratan dan mangrove. Selain itu, masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diberdayakan melalui pelatihan pengolahan hasil dan limbah tanaman.

Sementara itu, melalui PFseries, program PFprestasi menghadirkan Beasiswa Sobat Bumi yang telah menjangkau lebih dari 5.000 mahasiswa sejak 2011.

Para penerima beasiswa aktif melakukan aksi pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, edukasi gaya hidup ramah lingkungan, hingga kegiatan bersih lingkungan.

Dalam menjawab tantangan transisi energi, para mahasiswa yang tergabung dalam Sobat Bumi juga terlibat dalam program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI).

Selama tiga tahun berjalan, program ini telah membina 40 desa dengan total produksi energi mencapai 1.100 kWh per tahun dari panel surya dan 6.199 meter kubik biogas, yang dimanfaatkan oleh 1.635 penerima manfaat.

BACA JUGA: Menpar Luncurkan 483 Skema Okupasi Pariwisata, Perkuat SDM Siap Kerja dan Kompetitif

Tak hanya itu, Pertamina Foundation juga mendorong inovasi melalui program PFmuda dan PFsains. Salah satu contohnya adalah Banasentra yang memanfaatkan limbah pisang menjadi produk kerajinan sekaligus memberdayakan lebih dari 50 santri.

Di sisi lain, inovasi dari PFsains juga hadir melalui Biofuturindo dengan teknologi Biosaka-1 yang mampu mengolah hingga 10 kg sampah makanan per hari menjadi biogas dan pupuk organik cair.

Sementara dalam program pemberdayaan perempuan PFpreneur, UMKM binaan seperti Ngekreez Food berhasil mengolah limbah minyak produksi menjadi produk bernilai tambah seperti sabun dan lilin.

“Program ikonik PF hadir untuk mendukung peran Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang mengedepankan aspek berkelanjutan dengan upaya pelestarian alam serta dampaknya terasa langsung di masyarakat,” ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari.

Berbagai program yang dijalankan Pertamina Foundation turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem laut, dan ekosistem daratan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan pada 2030.

(mc/ril)