Ciplukan, Buah Liar yang Sering Ditemukan Pendaki Gunung Ternyata Punya Banyak Manfaat

  • 9 April 2026 10:18

Foto: Instagram/@waidafarm

Mounture.com — Tanaman ciplukan mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung. Buah kecil yang sering tumbuh liar ini kerap ditemukan di kebun, persawahan yang mengering, hingga pinggiran hutan.

Meski terlihat sederhana dan tumbuh secara alami di alam, buah ciplukan ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bahkan saat ini, buah tersebut mulai banyak dicari dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Ciplukan memiliki nama ilmiah Physalis angulata, yang termasuk tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia.

Tanaman ini biasanya mudah ditemukan di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, seperti kebun, lahan pertanian, sawah yang mengering, serta pinggiran hutan.

Bagi para pendaki gunung, tanaman ini juga cukup sering terlihat di sepanjang jalur pendakian, terutama di area terbuka.

BACA JUGA: Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata di Jawa Timur Tembus 5,3 Juta Orang

Salah satu hal yang membuat ciplukan mudah dikenali adalah bentuk buahnya yang unik.

Buah ciplukan tumbuh di dalam kelopak yang menggembung seperti lampion kecil. Ketika masih muda, buahnya berwarna hijau dan memiliki rasa yang agak getir.

Namun ketika sudah matang, warna buah akan berubah menjadi kuning hingga oranye, dan rasanya menjadi manis dengan sedikit asam. Karena rasanya yang khas, buah ini sering dimakan langsung ketika ditemukan di alam.

Selain rasanya yang unik, ciplukan juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan buah ciplukan antara lain:

– Membantu meredakan gejala Penyakit Parkinson

– Menurunkan kadar kolesterol

– Membantu pengobatan Penyakit Kuning

– Membantu mengatasi Epilepsi

– Menurunkan kadar gula darah

– Membantu menjaga kesehatan saluran kemih

– Mengatasi infeksi pada kulit

Meski demikian, penggunaan tanaman herbal tetap perlu dilakukan secara bijak dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

BACA JUGA: 5 Gunung Indonesia dengan Trek Tersulit, Hanya Cocok untuk Pendaki Berpengalaman

Dulu, buah ciplukan sering dianggap sebagai tanaman liar yang tidak memiliki nilai ekonomi. Namun kini kondisinya mulai berubah.

Karena manfaatnya yang semakin dikenal luas, buah ciplukan kini memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, bahkan sering dijual sebagai bahan herbal atau tanaman obat.

Bagi para pendaki gunung, tanaman ciplukan sebenarnya bukan hal yang asing. Buah kecil ini kerap tumbuh di sekitar jalur pendakian, terutama di area terbuka yang terkena sinar matahari.

Namun sebelum mengonsumsi tanaman liar di alam, pendaki tetap disarankan untuk memastikan jenis tanaman tersebut aman untuk dimakan.

(mc/ns)