
Penampakan Gunung Kerinci – Foto: Mounture.com/Ahmad Budiana
Mounture.com — Gunung Kerinci yang berada di Provinsi Jambi dikenal sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini juga masuk dalam daftar Seven Summits Indonesia dan sering dijuluki sebagai “Atap Sumatera”.
Gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini memiliki jalur pendakian utama yang dimulai dari Desa Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Jambi. Dari desa tersebut, para pendaki biasanya memulai perjalanan menuju puncak Kerinci.
Perjalanan menuju puncak Gunung Kerinci membutuhkan stamina yang kuat karena jalurnya cukup panjang dengan kontur yang bervariasi, mulai dari hutan lebat hingga jalur pasir vulkanik di dekat puncak.
Berikut estimasi waktu pendakian Gunung Kerinci dari pintu rimba hingga puncak berdasarkan rangkuman tim ekspedisi Mounture.com.
BACA JUGA: 4 Cara Mengatasi Badan Pegal Setelah Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu
Pintu Rimba – Pos 1 (30–60 Menit)
Perjalanan dimulai dari Pintu Rimba menuju Pos 1 dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 60 menit. Jalur yang dilalui didominasi tanah berlumpur serta akar-akar pohon yang melintang di sepanjang trek.
Pendaki perlu berhati-hati agar tidak terpeleset, terutama saat jalur dalam kondisi basah.
Pos 1 – Pos 2 (Sekitar 1 Jam)
Dari Pos 1 menuju Pos 2, perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 1 jam. Karakter jalur pada segmen ini masih hampir sama, yakni trek tanah dengan banyak akar pohon. Meskipun tidak terlalu menanjak, jalur ini tetap membutuhkan stamina yang cukup.
Pos 2 – Pos 3 (Sekitar 1 Jam)
Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 juga ditempuh sekitar 1 jam. Kontur jalur mulai lebih beragam dengan beberapa tanjakan ringan serta pohon tumbang yang harus dilintasi.
Di jalur ini, pendaki biasanya mulai mendengar suara satwa liar seperti burung dan tupai yang hidup bebas di kawasan hutan Gunung Kerinci.
Pos 3 – Shelter 1 (3–4 Jam)
Dari Pos 3 menuju Shelter 1, perjalanan menjadi lebih menantang dengan estimasi waktu sekitar 3 hingga 4 jam. Jalur mulai menanjak cukup panjang sehingga pendaki biasanya lebih sering berhenti untuk beristirahat.
BACA JUGA: Pentingnya Handy Talkie saat Mendaki Gunung, Alat Komunikasi Andalan saat Tak Ada Sinyal
Shelter 1 – Shelter 2 (3–4 Jam)
Perjalanan dari Shelter 1 ke Shelter 2 juga memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. Di jalur ini, pendaki akan menemukan trek yang cukup unik sekaligus menantang. Jalur berupa tanah sempit yang membelah gunung, dengan dinding tanah di kiri dan kanan yang lebih tinggi dari kepala.
Pada beberapa titik, pendaki bahkan harus berpijak pada akar atau batang pohon untuk membantu melangkah naik.
Shelter 2 – Shelter 3 (Sekitar 2 Jam)
Dari Shelter 2 menuju Shelter 3, perjalanan biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam.
Jalur pada segmen ini cukup indah karena pendaki akan melewati kawasan hutan dengan pepohonan besar. Selain itu, trek juga dipenuhi akar-akar pohon yang membuat perjalanan terasa lebih menantang.
Shelter 3 – Puncak Gunung Kerinci (1–2 Jam)
Perjalanan terakhir dari Shelter 3 menuju puncak Gunung Kerinci memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.
Jalur mulai terbuka dan vegetasi pohon sudah sangat rendah, bahkan sebagian tidak lebih tinggi dari lutut. Trek menuju puncak didominasi pasir vulkanik, bebatuan, serta kabut tebal yang kerap menyelimuti area puncak.
Pendaki disarankan menjaga jarak dengan anggota tim agar tidak terpisah. Selain itu, aroma gas belerang di puncak cukup kuat sehingga sebaiknya tidak berada terlalu lama di area kawah.
Jika batu di sekitar kawah terlihat berwarna merah, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya gas beracun. Jika kondisi tersebut terjadi, pendaki disarankan segera turun tanpa panik.
Usahakan tetap berdiri saat bernapas dan gunakan buff atau penutup wajah untuk membantu menyaring udara.
Perlu diingat, perjalanan turun dari puncak menuju Shelter 3 juga memerlukan kewaspadaan. Banyak kasus pendaki tersesat terjadi saat perjalanan turun karena terburu-buru dan kurang fokus.
Oleh karena itu, pendaki disarankan tetap menjaga konsentrasi, mengikuti jalur dengan benar, serta tidak memisahkan diri dari rombongan.
Dengan persiapan fisik yang matang, perlengkapan yang memadai, serta perencanaan waktu yang baik, pendakian Gunung Kerinci bisa menjadi pengalaman petualangan yang tak terlupakan bagi para pecinta alam.
(mc/ns)






