Jalur Pendakian Gunung Raung via Sumberwringin Ditutup Sementara Hingga 25 Maret 2026

Puncak Gunung Raung (dok. instagram/@raungcamp)

Mounture.com — Jalur pendakian Gunung Raung melalui Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, akan ditutup sementara pada periode pertengahan Maret 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh BUMDes Raung Asri, pengelola Wisata Minat Khusus pendakian Gunung Raung via Sumberwringin. Penutupan jalur pendakian ini dilakukan sehubungan dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan pengumuman resmi bernomor 20.017/BUMDesRA/III/2026, seluruh aktivitas pendakian melalui jalur Sumberwringin akan ditutup mulai 18 Maret 2026. Jalur tersebut rencananya akan kembali dibuka pada 25 Maret 2026.

Dengan demikian, wisatawan maupun calon pendaki yang berencana melakukan pendakian ke Gunung Raung melalui jalur ini diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

Pengelola juga meminta para pendaki untuk memperhatikan pengumuman resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait jadwal operasional jalur pendakian.

BACA JUGA: Jalur Jolotundo Gunung Penanggungan: Pendakian Ekstrem dengan Jejak Candi Peninggalan Majapahit

Sebagai informasi, Gunung Raung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur dengan ketinggian sekitar 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini terkenal di kalangan pendaki karena memiliki karakter medan yang menantang, terutama pada bagian kaldera dan puncaknya yang ekstrem.

Salah satu jalur populer untuk mencapai puncak Raung adalah melalui Sumberwringin di wilayah Bondowoso. Jalur ini dikenal menawarkan pemandangan alam yang masih asri serta akses menuju kawasan pegunungan Raung dari sisi utara.

Dengan adanya penutupan sementara ini, pengelola BUMDes Raung Asri mengimbau para pendaki untuk memperhatikan jadwal operasional jalur pendakian dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Penutupan jalur pendakian saat momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri merupakan hal yang umum dilakukan di beberapa destinasi wisata alam guna menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat setempat.

(mc/ril)