
Salah satu lokasi di Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko
Mounture.com — Kabupaten Kebumen menunjukkan tren positif sebagai destinasi wisata alternatif di Jawa Tengah. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen mencatat, hingga Agustus 2025 jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai sekitar 2,77 juta kunjungan.
Angka tersebut menegaskan pergeseran pola perjalanan wisata di luar kota besar dan destinasi tradisional seperti Yogyakarta atau Banyumas. Kebumen yang sebelumnya dikenal sebagai kota transit di jalur selatan Jawa, kini mulai berdiri sebagai tujuan wisata utama.
Pertumbuhan ini tak hanya mencerminkan daya tarik alamnya, tetapi juga perubahan perilaku wisatawan yang kini cenderung mencari pengalaman alam dan budaya yang lebih autentik.
Dalam radius kurang dari satu jam dari pusat kota, wisatawan bisa menjangkau pantai bertebing dramatis, gua kapur alami, hingga waduk dengan panorama perbukitan hijau.
BACA JUGA: Kunjungan Kapal Pesiar 2025 Naik 4,4%, Pelindo Multi Terminal Layani 119.377 Wisatawan Mancanegara
Berikut lima destinasi yang menjadi wajah baru pariwisata Kebumen:
1. Pantai Menganti, Ikon Baru Pesisir Selatan
Terletak di Kecamatan Ayah, Pantai Menganti menjadi magnet utama wisatawan. Tebing hijau yang menghadap langsung ke Samudra Hindia berpadu dengan pasir putih dan ombak yang dramatis. Spot sunrise dan sunset menjadi daya tarik utama, terutama bagi pemburu foto lanskap.
Jaraknya sekitar 40–50 kilometer dari pusat kota atau kurang lebih satu jam perjalanan darat.
2. Goa Jatijajar, Perpaduan Alam dan Legenda
Tak jauh dari Menganti, Goa Jatijajar menawarkan eksplorasi gua kapur dengan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk ribuan tahun lalu. Nilai tambahnya adalah cerita legenda lokal seperti Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung yang memperkaya pengalaman wisata.
Lokasinya sekitar 45 menit dari pusat kota dan menjadi favorit keluarga maupun rombongan sekolah.
3. Pantai Suwuk, Alternatif Pantai Dekat Kota
Pantai Suwuk hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Hamparan pasir luas dan area rekreasi keluarga menjadikannya pilihan populer bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai tanpa perjalanan jauh.
4. Bukit Hud Karangbolong, Panorama Laut dari Ketinggian
Bukit Hud Karangbolong menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati laut selatan. Lokasi ini semakin populer di kalangan pecinta fotografi dan pemburu senja, berkat lanskap laut lepas yang terlihat tanpa batas dari puncaknya.
5. Waduk Sempor, Ruang Relaksasi Alam Terbuka
Berada di sisi barat Kebumen, Waduk Sempor menghadirkan suasana tenang dengan air yang relatif tenang dan latar perbukitan hijau. Cocok untuk piknik, memancing, atau sekadar bersantai. Lokasinya sekitar 30 menit dari pusat kota.
Lonjakan kunjungan wisata turut berdampak pada sektor perhotelan. BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kebumen pada Agustus 2025 mencapai 30,62 persen.
Rinciannya hotel bintang: 52,65 persen, hotel non-bintang: 23,55 persen, dan rata-rata lama menginap: 1,13 malam.
Data ini menunjukkan perubahan pola wisatawan. Mereka tak lagi sekadar singgah, melainkan mulai mengalokasikan waktu lebih lama untuk menjelajahi berbagai destinasi.
Dalam konteks ini, hotel dengan lokasi strategis di pusat kota memiliki keunggulan karena memudahkan akses ke rute wisata selatan dan barat Kebumen. Wisatawan dapat merancang itinerary harian tanpa perlu berpindah penginapan.
Meski belum sepopuler destinasi mainstream di Jawa Tengah, Kebumen menawarkan pengalaman wisata yang relatif lebih alami dan personal. Pertumbuhan kunjungan hingga jutaan wisatawan menjadi sinyal bahwa kota ini mulai dipercaya sebagai tujuan perjalanan.
Dengan kombinasi pantai eksotis, gua kapur legendaris, perbukitan, dan waduk yang menenangkan, Kebumen kini berada di garis depan destinasi alternatif Indonesia yang patut diperhitungkan.
(mc/ril)






