
Foto: ASDP
Mounture.com — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan kesiapan penuh menghadapi Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan tersibuk Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni yang kembali menjadi barometer kelancaran mudik nasional.
Dua pelabuhan ini setiap tahun menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat dan kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatera, sekaligus jalur vital distribusi logistik nasional.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, ASDP telah menyiapkan kuota awal lebih dari 1,5 juta tiket penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni melalui sistem tiket daring Ferizy. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mendekati periode puncak arus mudik.
Masyarakat sudah dapat memesan tiket sejak H-60 sebelum keberangkatan. Tiket dikirim melalui WhatsApp atau email dengan sistem pembayaran digital, sehingga jadwal perjalanan bisa direncanakan lebih pasti dan menghindari antrean panjang di pelabuhan.
BACA JUGA: Angkutan Lebaran 2026 KAI Dibuka 11 Maret–1 April, Penjualan Tiket Tembus 1,39 Juta
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.
Khusus lintasan Merak–Bakauheni, regulator memperkirakan akan dilalui sekitar 6 juta penumpang selama periode mudik dan arus balik.
Menjawab lonjakan tersebut, ASDP menyiagakan 75 unit kapal sesuai pengaturan operasional. Selain itu, jumlah Dermaga Ekspres ditambah menjadi dua unit untuk mempercepat proses muat kendaraan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan layanan dilakukan melalui penguatan armada kapal, optimalisasi pelabuhan, peningkatan sistem operasional, dan koordinasi intensif lintas instansi.
Langkah ini bertujuan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik nasional.
BACA JUGA: Air Terjun Jagapati, Permata Tersembunyi di Selatan Jawa Barat yang Memukau
Sementara itu, Kementerian Perhubungan di bawah arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan di 15 lintas penyeberangan.
Untuk mengurai kepadatan menuju Merak, disiapkan lima titik delaying system yakni Rest Area KM 13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas, dan JLS Ciwandan.
Selain itu, lima lintasan alternatif (contingency plan) juga disiapkan yaitu Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.
Strategi ini bertujuan memecah arus kendaraan dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten.
(mc/ril)






