
Foto: disbudpar.jatimprov.go.id/
Mounture.com — Gunung Rante menjadi salah satu destinasi pendakian yang masih jarang tersentuh wisata massal di Jawa Timur.
Berlokasi di Kabupaten Lumajang, gunung ini menawarkan suasana alami, jalur yang cukup menantang, serta pengalaman mendaki yang lebih sunyi dibanding gunung populer lainnya.
Bagi pendaki yang mencari alternatif gunung sepi di Jawa Timur dengan karakter trek menguras stamina, Gunung Rante bisa menjadi pilihan menarik.
Gunung Rante berada di kawasan pegunungan selatan Lumajang. Letaknya tidak terlalu jauh dari jalur pegunungan besar di Jawa Timur, namun belum memiliki sistem pengelolaan wisata yang masif.
Akses menuju titik awal pendakian biasanya melalui desa-desa di wilayah Lumajang. Informasi detail jalur umumnya diperoleh dari komunitas pendaki lokal atau warga sekitar, karena belum semua jalur memiliki papan penunjuk resmi.
BACA JUGA: Desa Wisata Tulungrejo, Destinasi Alam dan Spiritual Favorit di Lereng Kelud
Gunung Rante memiliki ketinggian sekitar ±2.600 meter di atas permukaan laut atau mdpl (berdasarkan informasi komunitas pendaki).
Estimasi waktu pendakian sekitar 5-7 jam (tergantung kondisi fisik dan cuaca) untuk naik, dan 4-5 jam perjalanan untuk turun. Karena jalurnya cukup panjang dan minim penanda, pendaki disarankan memulai perjalanan sejak pagi hari.
Pendakian Gunung Rante dikenal cukup menantang dengan karakter sebagai berikut:
1. Tanjakan Panjang dan Konsisten
Sebagian besar jalur didominasi tanjakan tanpa bonus panjang, sehingga stamina benar-benar diuji.
2. Vegetasi Rapat
Beberapa titik memiliki vegetasi lebat dengan jalur setapak sempit.
3. Trek Tanah dan Akar
Kontur tanah bercampur akar pohon serta bebatuan membuat jalur cukup licin saat musim hujan.
4. Minim Penanda
Belum banyak penunjuk arah permanen, sehingga navigasi harus ekstra hati-hati.
BACA JUGA: Wisata Mangli Magelang: Negeri di Atas Awan dengan Panorama 9 Gunung dan Sunrise Terindah
Meski menantang, Gunung Rante memiliki pesona tersendiri, seperti panorama perbukitan dan pegunungan khas Lumajang, suasana hening jauh dari keramaian, cocok untuk eksplorasi dan latihan fisik. Karena belum terlalu ramai, pendaki bisa menikmati pengalaman yang lebih privat dan dekat dengan alam.
Agar pendakian lebih aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
– Jangan solo hiking, minimal mendaki berdua atau berkelompok.
– Gunakan sepatu gunung dengan grip kuat.
– Bawa air dan logistik cukup karena belum tentu ada sumber air di jalur.
– Gunakan jasa pemandu lokal jika belum mengenal rute.
– Cek kondisi cuaca sebelum berangkat.
(mc/pd)






